alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Harga Batu Bata Naik, Warga Pusing

MATARAM-Pembangunan hunian tetap (Hutap) bagi warga korban gempa tidak selalu berjalan mulus. Meski anggaran sudah ada, namun masih saja ada kendala.

Di Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Kota Mataram misalnya. Pembangunan Hutap terkendala material. “Bata yang limit sekarang ini,” kata Kepala Lingkungan Pengempel Indah Sudi Sudarsana saat melihat pembangunan hutap di lingkungannya, kemarin (27/3).

Pantauan Koran ini, proses pengerjaan Hutap di Lingkungan Pengempel Indah hanya di beberapa tempat. Tidak menyeluruh. Hal ini terjadi karena tidak ada batu bata yang akan digunakan para tukang untuk melakukan penembokan.

Di sisi lain, di beberapa rumah tukang terlihat sibuk membuat campuran untuk plester dinding hutap. “Kalau yang sudah nembok, kan tidak butuh bata. Tinggal beli semen dan pasir saja,” sebut Sudi sembari mengeluhkan langkanya bata.

Mestinya, kata dia, dalam pembelian bata di masing-masing kelompok masyarakat (Pokmas) tidak dibagi dulu ke semua anggota. Namun untuk satu anggota dulu. Dengan begitu  para tukang tetap bekerja. Sebaliknya,  jika bata yang didistribusikan ke lingkungan dibagi ke beberapa anggota Pokmas, maka jelas akan kurang di setiap rumah. Akibatnya, terjadilah kekurangan bata yang membuat tidak ada aktivitas di sejumlah rumah pada pembangunan hutap seperti sekarang ini.

Saat ini, harga bata cukup tinggi. Yang dulunya bata seribu biji ia dapatkan dengan harga Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu, kini harganya sampai Rp 750 ribu. Padahal, di Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembelian bata per seribu biji harganya Rp 600 ribu. “Jika masih di bawah satu juta, mampu kita beli,” tutupnya.

Progres pembangunan Hutap di Lingkungan Pengempel Indah cukup bagus. Dari 124 rumah rusak berat, progres pengerjaan sudah hampir rampung semuanya. “Kalau yang rampung total ada sekitar 24 unit rumah,” sebutnya.

Sementara itu salah seorang warga lainnya Rifai mengatakan, proses pengerjaan rumah yang dibangunnya dengan konsep Rumah Instan Konvensional hampir rampung. Kini kata dia, hanya tinggal tunggu pengecatan saja. “Alhamdulillah rumah ini sudah bisa kami tempati,” terangnya.

Sebelumnya, tambah Rifai, ia tidak percaya dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat ini. Setelah disalurkan, masalah muncul lagi. Ia tidak bisa mencairkan bantuan ini untuk membangun rumah karena syarat yang cukup banyak.

“Tapi semua itu bisa kami lalui, dan akhirnya rumah kami sudah terbangun,” sebutnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks