alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Tata Lingkungan, Dua Kelurahan Dapat Dana Segar

MATARAM-Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam mengatakan, penanganan pascagempa bumi, tidak hanya soal rumah rusak. Tapi ada masalah lebih krusial. Yakni penataan lingkungan.

“Lingkungan tempat mereka tinggal juga harus kita perhatikan,” terangnya, kemarin (27/3).

Ia menjelaskan, ide penataan lingkungan tidak hadir begitu saja. Ia melihat, saat terjadi gempa, warga sulit melakukan evakuasi diri. Karena lingkungan di perkotaan cenderung lebih padat. Bisa dilihat dari kondisi rumah-rumah warga yang berhimpitan dan akses jalan yang terbatas. Sehingga ketika terjadi gempa, banyak korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan meskipun sudah keluar rumah. Drainase di sana pun kurang baik.

“Hal-hal seperti itu yang akan kami tata,” tegas Kemal.

Rencananya, untuk penataan lingkungan akan diarahkan ke dua kelurahan yang paling terdampak gempa. Yaitu Kelurahan Bertais dan Selagalas. Saat ini, Perkim Kota Mataram sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) dan diharapkan bisa rampung pada April mendatang.

“Kita susun perencanaannya dulu, sambil kita survey. Semuanya butuh proses,” kata dia.

Ia berharap, program ini bisa menjadi salah satu alternatif pemkot dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Dalam DED itu, pihaknya akan memperhatikan kondisi lebar jalan lingkungan dan diharapkan tidak lagi ditemui jalan buntu, agar jalur evakuasi tidak terhambat.

Mengenai anggaran, Dinas Perkim Kota Mataram sudah mengajukan sebesar Rp 10 miliar ke Kementerian PUPR. Masing-masing kelurahan akan menerima sebesar Rp 5 miliar.

Kemal mengatakan, sumber pendanaan sendiri belum diketahui, apakah itu dari DAK atau DAU. Namun, Kementerian PUPR, sudah memberikan sinyal positif mengenai hal ini.

“Kami memang mungusulkan dan direspons baik. Secara kebetulan penataan lingkungan memang menjadi skala prioritas bagi daerah-daerah yang terdampak gempa,” terang Kemal.

Untuk informasi lebih lanjut soal kapan rencana ini dieksekusi, Kemal berharap tender sudah bisa dilakukan Mei. “Kalau DED bisa selesai April, langsung kita presentasikan di hadapan Pak Wali Kota, kemudian tender bisa jalan di Mei itu,” tandasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks