alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Pemkot Mataram Siapkan Rp 45 Miliar Perangi Wabah Korona

MATARAM-Pemkot Mataram serius menangani penyebaran virus korona (covid-19). Buktinya, anggaran Rp 45 miliar dialokasikan Pemkot Mataram. Diambil dari APBD 2020. ”Itu untuk penangananan dan pencegahan virus Korona,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, kemarin.

Pengalokasian ini digunakan untuk segala kebutuhan satgas Covid-19 di Kota Mataram. Seperti dari Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, RSUD Kota Mataram, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram.

Selain itu, pemkot juga mendorong supaya dana kelurahan bisa digunakan. Salah satunya untuk pengadaan tempat cuci tangan sampai hand sanitizer.

”Kemudian kita akan usahakan juga supaya penyemprotan itu bisa sampai ke lingkungan-lingkungan. Lebih masif lagi, terutama di tengah permukiman,” kata Aweng, sapaan karibnya.

Sejauh ini, penyemprotan disinfektan yang dilakukan pemkot sudah mencapai 600 titik. Di sekolah, fasilitas umum, hingga ruang publik. Penyemprotan akan dilakukan terus menerus secara berkala.

”Setidaknya satu minggu sekali bisa kita laksanakan,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, untuk anggaran penanganan Korona akan dilakukan semaksimal mungkin. Tidak ada pembatasan anggaran. Adapun yang Rp 45 miliar sekarang, dikeluarkan untuk kebutuhan awal dari gugus tugas Kota Mataram.

”Berapa saja yang harus kita biayai, ya kita biayai,” tegas Ahyar.

Tahun ini, APBD Kota Mataram lebih dari Rp 1,5 triliun. Digunakan untuk sejumlah kegiatan. Mulai dari pembangunan fisik hingga pemberdayaan. Juga untuk kebutuhan pegawai. Seperti pembayaran gaji maupun perjalanan dinas.

Menghadapi situasi sekarang, Ahyar menyebut Pemkot Mataram berusaha untuk terus responsif. Menyusun rencana aksi dengan matang dan mengekusinya dengan segera.

Salah satu yang perlu disiapkan berkaitan dengan anggaran. Kata Ahyar, alokasi anggaran untuk pencegahan Korona, bisa diambil dari sejumlah kegiatan. Dialihkan untuk kepentingan darurat bencana.

Selain dana kelurahan, pos anggaran di kegiatan lain sudah masuk dalam kajian untuk dialihkan. Seperti biaya perjalanan dinas.

Anggaran perjalanan dinas, memiliki peluang terbesar untuk digunakan dalam penanganan pencegahan Korona. Apalagi, kata Ahyar, dengan situasi sekarang, diprediksi tidak akan ada perjalanan dinas selama beberapa bulan ke depan.

”Sepanjang sesuai dengan ketentuan, bisa kita alihkan. Pada prinsipnya, pemkot siap. Berapapun yang dibutuhkan. Apalagi ini dalam kondisi mendesak ya,” tandas Ahyar. (dit/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks