alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Lacak Korona Pemkot Mataram akan Periksa Pengemudi Taksi dan Ojek Online

MATARAM-Penelusuran klaster Magetan terus dilakukan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram. ”Sudah kita lacak semua. Dari keluarga sampai tempat yang dikunjungi,” kata Kadikes Kota Mataram H dr. Usman Hadi, kemarin.

Klaster baru ini berasal dari PDP positif dengan nomor 159. Berinisial WS. Yang bersangkutan datang dari Magetan dan tiba di Lombok pada 17 April. Dua atau tiga hari setelahnya, kata Usman, orang tua WS membawanya ke Puskesmas Selaparang.

Di sana, WS menjalani rapid tes. Yang ternyata hasilnya menunjukkan reaktif. Tak lama setelah itu, petugas RSUD Kota Mataram melakukan pengambilan swab terhadap swab. ”Hasilnya sama-sama kita ketahui, dinyatakan positif 24 April itu,” ujarnya.

Sejauh ini, Dikes baru mencatat satu orang dari klaster Magetan. Yakni WS seorang. Dari wawancara dengan WS, ia pulang bersama beberapa orang dari Magetan. Meski begitu, ia menyebut hanya dirinya yang berasal Kota Mataram.

”Dia sendirian dari Mataram. Sisanya itu ada di Lombok Utara dan Lombok Barat. Itu sudah ditracing juga sama gugus tugas masing-masing,” ucap Usman.

Mengenai hasil tracing kontak dari WS, Dikes sejauh ini telah mengambil swab terhadap empat orang. Dari keluarga WS. Mereka juga mengecek ke salah satu pondok pesantren, yang disebut Usman berada Kota Mataram. Pondok tersebut sempat didatangi WS setelah pulang dari Magetan.

Untuk kontak orang terdekat WS, disebut Usman sudah ditelusuri semuanya. Hanya ada satu yang menjadi ganjalan. WS memakai jasa salah satu ojek online (ojol). Menuju ke rumahnya di Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara.

”Kita sedikit kesulitan di sana. Tapi kalau ada yang merasa pernah menjadi driver WS saat itu, bisa melapor ke puskesmas atau RS,” tuturnya.

Jika tidak seperti itu, Dikes dan RSUD Kota Mataram akan melakukan langkah lain. Seperti melakukan rapid test maupun swab terhadap seluruh sopir taksi maupun ojol yang beroperasi di seputaran Kota Mataram.

Pemeriksaan ini bukan saja bersandar pada kasus WS. Di beberapa kejadian, sejumlah PDP yang belakangan dinyatakan positif, pernah menggunakan jasa angkutan umum seperti taksi maupun ojol, menuju rumah sakit.

Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra mengatakan, pengecekan terhadap ojol maupun sopir taksi akan dibantu Dikes. Juga dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengenai jumlahnya.

”Kita akan rapid semuanya,” kata Jack, sapaan karibnya.

Upaya rapid sekaligus untuk menekan penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal. Kata Jack, dengan munculnya kasus transmisi lokal, membuat gugus tugas meningkatkan kewaspadaan. ”Artinya kita harus cepat. Ada potensi di sini, sehingga dengan rapid itu bisa mengurangi, sekaligus untuk mappingnya,” tandasnya.

Sementara itu, informasi yang didapatkan Lombok Post, hasil Swab salah satu anggota DPRD Kota Mataram sudah keluar. Hasilnya, diduga yang bersangkutan positif terpapar virus Korona. Namun, saat Koran ini mengonfirmasi Dokter Jack, yang bersangkutan tidak mau memberi keterangan. Ia meminta wartawan menunggu pengumuman dari Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks