alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Cegah Korona, Warga Lombok Diminta Lebaran Topat di Rumah Saja

MATARAM-TNI-Polri antisipasi penumpukan orang saat Lebaran Topat, Minggu (31/5) mendatang. Sejumlah kawasan wisata ditutup. ”Kita berlakukan ini untuk mengantisipasi penyebaran covid-19,” kata Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik, Rabu (27/5).

Khusus di Kota Mataram beberapa lokasi yang kerap dikunjungi saat leparan Ketupat. Seperti, Pantai Ampenan dan Pantai Gading. ”Kita sudah tutup kawasan itu,” bebernya.

Dia mengimbau masyarakat, tidak bepergian ke kawasan wisata saat lebaran Ketupat nanti. Agar, pemutusan rantai penyebaran virus korona dapat diatasi lebih cepat. ”Untuk sementara ini, lebaran Topat di rumah saja,” imbaunya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan ke kawasan wisata, polisi sudah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas. Beberapa tempat sudah disiapkan pos pengamanan.

”Kalau kita nanti berkonsentrasi terhadap warga yang akan datang ke Pantai Gading dan sekitarnya,” ujarnya.

Pos pengamanan sudah disiapkan di pintu masuk menuju Kota Mataram. Seperti di pos pengamanan di Tembolak Pelangi. Ditambah pengamanan di Pos Pengamanan Dasan Cermen, pos pengamanan di Gerimak. ”Semua pintu masuk kita jaga,” bebernya.

Bagi kendaraan truk atau pikap atau kendaraan terbuka lainnya yang datang dari luar kota Mataram tidak bakal diperkenankan masuk. ”Kita akan suruh mereka putar arah dan pulang,” tegasnya.

Untuk menjaga agar kawasan wisata tidak dikunjungi saat lebaran ketupat nanti, polisi dan TNI akan tetap stand by. ”Kita pastikan tidak ada warga yang berkerumun saat lebara ketupat nanti. Kalau ada kita suruh kembali pulang ke rumah masing-masing,” kata dia.

Dandim 1606/Lombok Barat Kolonel Czi Efrijon Kroll sudah turun mengecek kondisi kawasan wisata yang kerap dikunjungi ketika lebaran topat. Dia juga telah mengecek titik-titik yang dijadikan sebagai pengalihan arus jalan raya untuk menghadang masyarakat yang ingin masuk ke kawasan wisata dalam jumlah besar.

“Biasanya setiap lebaran topat masyarakat beramai-ramai datang berkunjung ke tempat-tempat wisata. Itu sudah menjadi tradisi masyarakat Lombok. Namun di masa pandemi ini hal tersebut sangat berpotensi terjadinya  penyebaran virus korona,” kata Efrijon.

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan kunjungan masyarakat, TNI-Polri dan pihak terkait lainnya terus bersinergi. Bersama-sama membantu dan mendukung kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

”Kami tidak bosan mengimbau, mengingatkan serta  mencegah masyarakat berkunjung ke tempat-tempat wisata dengan menutup dan mengalihkan akses jalan raya saat Lebaran Ketupat nanti,” tegasnya.

Dia berharap, semoga masyarakat ikut berpartisipasi dengan kesadaran masing masing.  ”Mengerti dan memahami upaya yang dilakukan ini semata-mata untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama dari masifnya penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks