alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Penularan Korona Terhadap Anak di NTB, Kasus Terbanyak di Mataram

MATARAM-Kasus positif Covid-19 yang menimpa anak-anak kian mengkhawatirkan. Dari total 78 kasus di seluruh kabupaten kota di NTB, Kota Mataram menyumbang sekitar  30 kasus. ”Hampir 40 persen kasus terjadi di Kota Mataram,” kata Ketua LPA Mataram Joko Jumadi, kemarin.

LPA Kota Mataram masih melakukan pemetaan terhadap pola penyebaran terhadap anak. Meski begitu, berdasarkan data yang dirilis Pemprov NTB hingga Selasa, 26 April, terdapat empat pola penyebaran terhadap anak. Sebagian besar dari mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Seperti yang terjadi pada anak dengan inisial FYT; DAR; FNH; F; MB; ZZM; MH; RRA; RRH; MYK; MRM; AEP; ANZ; NS; MS; MB; UAQ; dan MAZQ. Total ada 17 anak yang kontak langsung dengan pasien positif.

Kemudian masing-masing satu orang, yang pernah melakukan perjalanan ke zona merah, dengan inizial AA. Dan satu orang lagi yang kontak dengan orang tanpa gejala (OTG), namun memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah, yakni MA.

Selanjutnya, 10 anak lainnya diketahui tidak pernah melakukan kontak dengan pasien positif. Tidak pernah bepergian ke zona mereka Covid-19. Maupun kontak dengan mereka yang baru dari luar daerah.

Sebanyak 10 anak tersebut yang tidak memiliki riwayat kontak jelas, dua di antaranya masih berusia tiga bulan dan dua bulan, yakni NN dan MR. Delapan anak lainnya, dengan inisial, RA; ATK; APAG; NLAPK; MGM; MLIW; MAF; dan MRF.

Joko mengatakan, pihaknya meminta orang tua melindungi anak-anak mereka. LPA Kota Mataram juga bergerak. Dengan cara melakukan pembagian masker untuk anak-anak, dari usia dua tahun.

”Kita bagikan dulu di jalan-jalan. Setelah itu turun ke lingkungan-lingkungan,” kata Joko.

Psikolog Anak Lalu Yulhaidir mengatakan, orang tua atau mereka yang telah dewasa, diharapkan memberi perlindungan. Menjaga dan menjamin kesehatan anak. Sehingga anak terbebas dari ancaman Covid-19.

”Anak-anak ini individu yang sepenuhnya bergantung pada orang tua. Keselamatan mereka diserahkan sepenuhnya kepada orang tua,” kata Yulhaidir.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dikutip Yulhaidir, jumlah anak yang terkonfimasi positif Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan. Dari jumlah tersebut, dua anak meninggal dunia. Usia mereka baru 5 bulan dan enam bulan.

”Yang status PDP saja, itu mencapai 279 anak. Ini angka yang harus disikapi dengan serius,” tuturnya.

Anak merupakan kelompok rentan yang harus mendapat perlindungan. Orang tua harus berperan dengan optimal. Setidaknya dengan menjalankan protokol pencegahan Covid-19 dengan sangat ketat.

Orang tua juga harus menjauhi perilaku ketidakpahaman mengenai bahaya Covid. Membiarkan anak di luar rumah tanpa masker, tanpa cuci tangan, atau alat pelindung diri lainnya. ”Orang tua jangan abai dan lalai dalam melindungi anak. Anak-anak kita memerlukan pendampingan dan arahan dari orang tua,” tuturnya.

Selanjutnya, orang tua juga tidak boleh bermental fatalis dan skeptis. Berserah diri tanpa melakukan ikhtiar. Mengabaikan hak perlindungan anak terhadap bahaya di sekitar mereka. ”Ciptakan lingkungan dengan perilaku hidup sehat dan aman bagi anak,” kata pria yang juga Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) NTB.

Yulhaidir mengatakan, mulai sekarang setiap orang dewasa dan orang tua, harus menghadirkan komitmen tinggi. Menjaga serta melindungi anak. Terbuka dengan kondisi dan ancaman saat pandemi.

”Jangan tunggu jatuh korban berikutnya, baru kita terbangun dan melakukan perbaikan. Lindungi anak-anak dari sekarang,” tandas Yulhaidir. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

VIDEO : Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar

Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar....
Enable Notifications.    Ok No thanks