alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Wakil Direktur RSUD Kota Mataram Positif Terjangkit Korona

MATARAM-Tenaga kesehatan (nakes) harus secara ketat menjalankan protokol pencegahan Covid-19. Bukan saja ketika bekerja di rumah sakit. Tapi juga ketika pulang ke rumah.

”Jangan diremehkan. Tetap jalankan imbauan pemerintah,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, kemarin.

Jack, sapaan karibnya mengatakan, nakes di rumah sakit sangat rentan terkena Covid-19. Meski saat bekerja mereka tetap memakai alat pelindung diri (APD). Mulai dari baju pelindung, masker, hingga sarung tangan.

”Risikonya sangat besar. Jadi soal menjalankan protokol pencegahan, bukan cuma di rumah sakit saja, tapi juga di lingkungan sosial,” tuturnya.

Risiko nakes yang terkena Covid-19 disadari dokter Jack. Hanya saja, penyebarannya semakin meluas. Bukan saja menjangkiti dokter maupun perawat yang bertugas di gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tapi juga nakes di bidang pelayanan lain.

Data terakhir, ada nakes di bagian farmasi yang terjangkit. Ia bertugas di apotek rawat jalan. Kemudian petugas rumah sakit di bagian gizi. Termasuk salah satu wakil direktur di RSUD Kota Mataram, yang merupakan seorang dokter.

”Ada dokter, wadir iya. Termasuk apoteker,” tuturnya.

Untuk dua nakes pertama, peluang mereka kontak dengan pasien sangat kecil. Apalagi dari ahli gizi. Yang sehari-hari mengatur gizi dari makanan, untuk diberikan kepada pasien di RSUD Kota Mataram. Adapun petugas di bagian farmasi, melayani penukaran resep obat dari pasien.

Kata Jack, semua nakes yang bekerja di rumah sakit bisa terpapar. Bukan saja dokter maupun perawat. Disebabkan dua hal. Yakni, pasien yang tidak jujur dan ketidakdisiplinan nakes setelah pulang kerja.

”Orang gizi kan sangat kecil kemungkinan. Juga teman-teman apoteker,” ujar Jack.

Mendapati ahli gizi dan petugas apoteknya yang terkena Covid-19, Jack sempat marah. Ia lalu mengumpulkan koordinator di setiap bagian pelayanan di RSUD Kota Mataram. Meminta seluruh nakes untuk tetap disiplin menjalankan protokol Covid-19.

Ia mengatakan, selama melakukan pekerjaan di rumah sakit, seluruh nakes akan mudah diawasi. Tapi tidak ketika mereka pulang bekerja. Pengawasan tidak mungkin bisa dilakukan. Karena itu, yang dibutuhkan adalah seluruh nakes harus disiplin.

”Kita tidak tahu kan seperti apa mobilisasi nakes setelah pulang kerja,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Jack akan bertindak tegas. Setiap nakes yang tidak mengindahkan protokol pencegahan Covid-19. Setelah pulang bekerja. Akan langsung dirumahkan. “ Semua harus ikut protokol. Yang tidak taat, kita rumahkan,” tegas Jack.

Sadar bahwa mereka rentan terpapar, nakes juga harus menjaga penyebaran Covid-19 agar tidak meluas. ”Risiko kerja di rumah sakit memang seperti itu. Kalau memang terkena, itu memang sudah waktunya. Tidak ada yang bisa menolak itu. Ikhtiar kita tentu dengan menjaga, meminimalisasi terpapar,” tandas Jack.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr. H Usman Hadi mengatakan, pelacakan terhadap kontak pasien yang positif Covid-19 tetap dilakukan. Bukan saja terbatas untuk masyarakat biasa, tapi juga tenaga kesehatan.

”Tetap kita telusuri sampai habis,” kata Usman. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

VIDEO : Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar

Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar....
Enable Notifications.    Ok No thanks