alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Beras Berkutu, Pembagian Bantuan JPS Mataram Terancam Molor

MATARAM-Pembagian bantuan paket sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kota Mataram terancam molor. Penyebabnya, beras dari rekanan yang akan disalurkan ke masyarakat ternyata berkutu.

“Kalau belum layak (berasnya), belum bisa kita dropping,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati, Minggu (26/7).

Sampai saat ini, Asna mengaku belum menerima kontrak JPS tahap dua. Artinya, sembako JPS harus ada serah terima dulu dari rekanan baru disalurkan ke tiap-tiap kelurahan. Begitu juga dengan beras kutuan jika belum diganti maka tidak akan disalurkan.

“Beras ini memang sudah kita tolak,” terang perempuan berjilbab ini.

Sekadar diketahui, hari ini (Senin, Red) rencananya penyaluran JPS tahap dua akan dimulai. Penyaluran JPS akan dilakukan selama tiga hari. Mulai 27 sampai 29 Juli mendatang. Asna sudah meminta kepada rekanan untuk menngganti beras JPS yang kutuan. “Kemarin pas kita ngecek rekanan siap mengganti beras JPS yang kutuan ini,” ujar Asna.

Dia tidak akan menyalurkan JPS tahap dua sebelum beras kutuan diganti. Karena bisa menjadi masalah di kemudian hari. “Kita ingin berbuat untuk masyarakat,” tutur dia.

Asna juga sudah meminta pihak Bulog memeriksa beras JPS jika sudah diganti. Apakah layak atau tidak. Karena mereka yang paling tahu mana beras yang bagus dan tidak.

“Barang yang tidak layak harus diganti. Bukan hanya beras, namun sembako lainnya kalau tidak layak akan kita minta diganti,” tuturnya.

Sebelum dikirim ke kantor lurah, lanjut dia, tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram akan kembali mengecek beras. Jika belum diganti kata dia, pihaknya belum bisa mengirim paket JPS tahap dua ini ke kantor lurah untuk dibagikan ke masyarakat.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram HL Alwan Basri meminta beras kutuan JPS tahap dua segera diganti. Karena tidak layak dikonsumsi masyarakat. “Kita sudah minta rekanan agar mengganti beras yang kutuan,” pinta Alwan.

Dari pengecekan sembako JPS yang dilakukan pihaknya bersama tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram. Ditemukan beras kutuan tiga jenis di rekanan yang menyiapkan JPS. Sehingga pihaknya meminta diganti.

“Kalau tidak diganti, bisa diprotes warga,” ujar Alwan.

“Hari ini akan kita cek kembali sebelum dikirim ke kantor lurah,” imbuh mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram ini.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan,  JPS bagi 32.548 kepala keluarga (KK) akan disalurkan sebelum Idul Adha. “Sebelum Jumat (31/1) JPS sudah disalurkan ke warga,” katanya. Sementara tahap ketiga, lanjut dia, akan disalurkan awal Agustus.

Untuk JPS tahap dua dan tiga sembako yang diganti biskuit dengan jajanan lokal. Dengan catatan memiliki label dan masa kedaluwarsa. Sedangkan untuk sabun kata dia, tidak bisa diganti. Karena sabun ini harus ada anti septiknya.

“Kalau sabun akan kita kurangi. Dari enam menjadi tiga,” ujar mantan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram ini.(jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks