alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Melihat Semarak Layang-Layang Hias di Sirkuit Selagalas

Layang-layang hias di Sirkuit Selagalas menjadi tontonan tiap sore. Selain ukurannya yang super jumbo, bentuknya juga unik. Dari bentuk naga hingga merpati.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

SIRKUIT Selagalas belakangan ramai tiap hari. Tidak untuk latihan para atlet sepeda motor. Melainkan dijadikan markas bagi warga yang ingin bermain layang-layang.

Masyarakat datang berbondong-bondong ke sirkuit yang terletak di Jalan Peternakan Selagalas itu. Ada yang menggunakan motor, ada pula yang menggunakan mobil. Mereka membawa layang-layang dengan ukuran bervariasi. Ada yang kecil, sedang, dan besar. “Banyak orang luar yang main layang-layang ini,” kata Taufik, warga sekitar.

Layangan dibawa warga beragam bentuknya. Ada layang-layang berbentuk burung, naga, kubus, merpati, dan lainnya. Bahkan layangan yang ukurannya cukup besar harus dipegang puluhan orang.

Kerumunan warga bermain layang-layang seakan luput dari perhatian pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Tua muda berbaur. Mereka asyik bermain layangan. Tanpa mempedulikan wabah virus Korona. Bahkan salah satu layangan yang ukuran cukup besar sempat jatuh dan menimpa rumah warga.

“Ada layangan berukuran besar jatuh dan membuat rumah warga rusak,” terang Taufik.

Dia merasa terganggu dengan banyaknya warga dari luar yang datang bermain layang-layang. Karena layang-layang dibawa cukup besar. “Kalau jatuh pasti akan merusak rumah,” jelasnya.

Tak hanya warga yang bermain layang-layang membuat kerumunan di sirkuit. Melainkan juga banyaknya warga yang menonton. Padhal, di masa pandemi Covid-19, tidak dibolehkan ada kerumunan. Namun faktanya setiap sore di sirkuit terjadi kerumunan warga.

“Kalau main layang-layang ukuran besar, jangan dekat rumah warga,” kata pria asal Selagalas ini.

Mestinya lanjut dia, dalam hal ini pemerintah harus tegas. Bila perlu ada sanksi bagi warga bermain layang-layang dengan ukuran besar. Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. “Kalau layangan besar nyangkut di kabel listrik juga bisa terjadi konsleting,” ucap dia.

Lurah Selagalas Yusrin sudah memberikan surat edaran kepada warga agar tidak lagi bermain layang-layang yang ukurannya besar. Mengingat ada laporan warga yang rumahnya rusak akibat layang-layang yang jatuh.

“Sejak ada edaran, layang-layang ukuran besar sudah jarang terlihat. Yang masih hanya ukuran sedang dan kecil,” tuturnya.

Menurutnya, warga yang bermain layang-layang tidak hanya dari Selagalas, namun banyak dari luar. Kendati demikian kini tidak boleh ada lagi layang-layang besar dimainkan di sirkuit ini. “Kita juga minta petugas kelurahan memantau warga setiap sore di sirkuit ini,” ujar Yusrin.

Yusrin sudah mengimbau warga yang bermain layang-layang mentaati protokol Covid-19. Gunakan masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan. Sebab, dia tidak ingin ada lagi warga terpapar Covid-19 di Kelurahan Selagalas.

“Kita turun ke lingkungan sosialisasi ke warga agar menggunakan masker jika keluar rumah,” terangnya.(*/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks