alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Trotoar Bukan Tempat Parkir dan Jualan!

MATARAM-Pemkot Mataram akan mengembalikan fungsi trotoar. Melalui satgas, pemkot akan menjadikannya sebagai tempat pejalan kaki. Bukan lokasi berjualan dan tempat parkir kendaraan bermotor.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, selama ini pengawasan untuk trotoar memang belum maksimal. Adanya satgas, diharapkan bisa menutup celah pelanggaran. Juga mengembalikan fungsi trotoar seperti semula.

”Saya yang minta kemarin dibentuk satgas. Khusus untuk menangani trotoar,” kata Mohan.

Menurut Mohan, trotoar berfungsi sebagai pedestrian. Tempatnya pejalan kaki. Juga aksesori kota. Yang bisa menambah keindahan wilayah perkotaan. Sehingga penting bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan. Merawat trotoar agar tetap indah.

”Fungsinya juga harus disesuaikan dengan peruntukkannya,” tutur ia.

Selama ini, di beberapa tempat, trotoar telah beralih fungsi. Dijadikan pedagang sebagai lokasi berjualan. Hingga parkir kendaraan bermotor. Kondisi ini tentu melanggar aturan dan fungsi trotoar.

Keberadaan satgas diharapkan juga bisa menunjang penataan kawasan bisnis Cakranegara (KBC). Dalam penataan tersebut, pemerintah telah mempercantik trotoar. ”Jadi nanti untuk pemeliharannya tetap di Dinas PUPR. Sementara Satpol PP untuk penindakan. Nanti akan saling berkoordinasi,” ucap Mohan.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, satgas yang dibentuk akan melibatkan sejumlah OPD. Seperti Dinas PUPR, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Perkim. Fungsinya menjaga dan mengawasi trotoar.

”Nanti akan ada pemeliharaan, kebersihan. Juga mengawasi fungsi trotoar,” kata Mahmuddin.

Mahmuddin menyebut pembentukan satgas atas instruksi Wakil Wali Kota Mataram. Atas dasar kondisi trotoar di kota yang banyak dialihfungsikan.

Sejauh ini, penertiban di badan trotoar menjadi kewenangan Satpol PP. Pembentukan satgas diharapkan bisa memaksimalkan kembali penertiban. Meski begitu, pemkot akan lebih dulu melakukan kajian, agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Satgas trotoar, sebutnya, akan melakukan tugas yang lebih luas. Tapi tetap dengan proporsional. Tidak saja dominan penertiban pedagang dan lokasi parkir. Tapi juga penataan dan pemeliharaan.

”Nanti akan ada atribut sendiri dari satgas,” tandas Mahmuddin. (dit/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks