alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Warga Kota Belum Taat Pajak, 53 Ribu Kendaraan Nunggak PKB

MATARAM– Pemprov NTB terus memaksimalkan fungsi UPT Samsat Mataram untuk mengejar target realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kepala UPT Samsat Mataram H Abdul Azis menjelaskan, pihaknya memiliki tugas untuk mengamankan target PKB yang cukup besar.

Jumlah kendaraan di NTB diperkirakan lebih dari satu juta unit. Dari jumlah itu sepertiganya berada di Kota Mataram. Tahun ini, Bappenda NTB membebankan UPT Samsat Mataram target penerimaan PKB harus mencapai Rp 130 miliar. “Ini yang sedang kita kejar,” tegasnya.

Berdasarkan data hingga 25 Oktober, UPT Samsat Mataram berhasil merealisasikan PKB sebesar Rp 115 miliar atau sudah mencapai 89 persen. Dengan sisa dua bulan tahun ini, Azis optimis bila target itu akan sepenuhnya terealisasi bahkan terlampaui. “In syaa Allah di perkirakan pada awal Desember sudah terlampaui,” ujarnya.

Meski begitu, masih ada pekerjaan rumah yang lebih berat. Melihat angka ketidakpatuhan warga Kota Mataram terus meningkat setiap tahunnya.

UPT Samsat Mataram mencatat, dari potensi aktif kendaraan di Kota Mataram mencapai 198 ribu unit. Setidaknya ada 53 ribu unit kendaraan, roda dua maupun empat baik milik pribadi maupun pemda yang masih menunggak PKB.

Ada yang tidak membayar setahun. Bahkan lebih dari lima tahun. Dari 53 ribu unit itu, potensi penerimaan PAD juga besat Rp 43 miliar.

Untuk mengejar para penunggak pajak, ada beberapa upaya percepatan. Di antaranya memaksimalkan unit layanan samsat keliling, samsat drive thru, samsat weekend, samsat online, hingga layanan samsat corner.

“Termasuk dari opgab yang terintegrasi dengan mitra samsat, kita melakukan penjaringan untuk meningkatkan kesadaran dan pendekatan pada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, tahun ini Pemprov NTB sudah lebih tegas. Dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 14 Tahun 2019, tentang Operasi Gabungan Pajak Kendaraan Bermotor yang sudah berlaku sejak 22 april.

Ada dua upaya yang dilakukan agar penunggak PKB bisa patuh. Yaitu, melakukan tindakan penahanan sementara atas STNK bagi pengendara yang belum membayar PKB selama satu hingga dua tahun. Sementara, warga yang belum membayar PKB selama lebih dari dua tahun, maka petugas akan melakukan tindakan penahanan atas kendaraannya.

Pemerintah juga memiliki juru sita. Tugasnya menyampaikanan surat teguran ke rumah-rumah pemilik kendaraan yang menunggak pajak. Surat teguran di berikan sebanyak tiga kali secara bertahap. Bila surat teguran pertama dan kedua tidak diindahkan maka teguran ketiga disertai surat paksa untuk penyitaan kendaraan.

“Saya tidak henti-hentinya mengatakan ini, bahwa masyarakat harus patuh membayar PKB, dari uang pajak ini, manfaatnya untuk kita semua,” tandasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks