alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Cegah Korona HMR Ajak Warga Mataram Bentuk Pengawasan Swadaya di Setiap Lingkungan

MATARAM—Penanganan Wabah  Korona membutuhkan gerak bersama. Tidak hanya pemerintah namun seluruh elemen masyarakat. Untuk itu H Mohan Roliskana (HMR) mengajak warga Mataram untuk membangun sistem keamanan berbasis lingkungan secara mandiri.

“Itu bisa kita lakukan dengan cara membangun pos pos keamanan di akses akses utama yang menuju lingkungan.. Nanti  bisa ditempatkan penjaga atau siapapun yang diberi tanggung jawab untuk itu secara bergiliran,” ujarnya di hadapan sejumlah kepala lingkungan di Mataram, Sabtu (28/3) kemarin.

Pola ini akan berjalan jika seluruh elemen warga bersepakat terlibat dan memiliki kesadaran yang sama. Nantinya pos-pos tersebut akan  memantau mobilitas warga baik yang datang dari dan menuju lingkungan tersebut.

Warga yang bersiaga akan meminta keterangan warga yang datang bertamu ke kampung. Mereka mendata keperluan, tujuan dan akan berkunjung kemana. Kemudian warga memeriksa suhu badan pengunjung dan disterilisasi. Jika ditemukan dalam kondisi kurang sehat mendekati gelala Covid 19, petugas melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Demikian halnya dengan warga yang keluar. Mereka diminta menjelaskan tujuan dan durasi kepergian. Kelak ketika kembali dipriksa ulang dan disterilisasi sebelum berinteraksi kembali ke lingkungan.

“Apakah nanti itu dengan disemprot dulu kemudian juga bila perlu dilakukan scanning suhu badan barulah diberi izin masuk kampung kembali,” sambungnya.

Dengan pola ini  akan tercipta upaya pembatasan  gerak warga secara swadaya berdasar kesepakatan bersama lingkungan. Ini bisa diterapkan sebagai awik-awik lingkungan di masa darurat ini. Sehingga warga mau berdiam diri di rumah.

Harapannya dengan pembatasan di lingkungan mobilitas warga di Kota Mataram akan berkurang secara optimal untuk seluruh kota.

“Saya akan coba mulai di tempat tinggal saya kalau baik bisa didupikasi di tempat tempat  Jika kita sudah mulai dari lingkungan-lingkungan maka kota dengan sendirinya akan tercipta,” tutupnya.(r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks