alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Lima Warga Mataram Pasien PDP Korona Tunggu Hasil Pemeriksaan

MATARAM-Lima warga Kota Mataram dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) masih dirawat di RSUD Kota Mataram. “Sebenarnya delapan orang, meninggal satu. Dua orang dipulangkan karena hasil Swab (tes Korona) negatif ,” kata Direktur RSUD Kota Maaram HL Herman Mahaputra pada Lombok Post.

Diungkapkan, pasien PDP  meninggal  belum keluar hasil Swab. Pun juga dengan lima pasien PDP yang masih dirawat di Gedung Graha Mentaram RSUD Kota Mataram masih menunggu hasil Swab. “Yang meninggal kemarin (Jumat, Red) paling belakang masuk,” ucap pria yang karib disapa Jack ini.

Idealnya kata Jack, hasil Swab keluar tiga hari. Sebab, barang ini dikirim ke Surabaya. Namun melihat angka positif Korona di Surbaya cukup tinggi maka kemungkinan lebih dari tiga hari  Swab akan keluar. “Kalau ada di sini bisa kita cek sendiri. Paling enam jam sudah keluar,” ujar Jack.

Mestinya lanjut dia, Pemprov NTB mendatangkan reagen untuk medeteksi Korona dari tubuh pasien. Jika tak ada alat Swab ini maka seperti sekarang akan menunggu hasil. “Korona ini bukan hanya diderita warga Lombok saja, namun hampir  semua daerah,” ungkapnya. “Kalau ada reagen di sini kan molah (mudah) kita periksa. Kalau negatif langsung kita pulangkan,” imbuhnya.

Lima pasien PDP hingga kini masih ditangani RSUD Kota Mataram. Namun jika pasien ini dirawat sampai satu bulan maka ia angkat tangan. Penanganan pasien PDP menggunakan gedung Graha Mentaram. Satu blok terdapat sembilan kamar. Melayani pasien PDP tidak seperti melayani pasien biasa. Melalui monitor. Jika perlu obat maka baru diantarkan. “Pasien PDP nyantai orangnya,” ucapnya.

Sejauh ini, lanjut dia, pasien PDP di RSUD Kota Mataram kondisinya baik. Hanya saja ia menyesalkan, tidak adanya reagen pemeriksa tes Korona. “Kita sudah buat RSUD Kota Mataram menjadi rumah sakit rujukan Korona. Namun sampai sekarang alat Swab belum didatangkan,” kesalnya.

Dijelaskan, idealnya Swab akan keluar tiga hari. Jika pasien Korona banyak di Surabaya dan daerah lainnya di Jawa Timur maka hasil Swab bisa lebih sampai tiga hari. Menurutnya, pemerintah harus segera mendatangkan Reagen untuk mendeteksi Korona. “Pasien PDP akan terus dirawat menunggu Swab keluar. Kita di rumah sakit khawatir,”ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan, untuk rapid tes kata Jack, belum ada. Rumas sakit belum dapat. Rapid tes ditujukan ke petugas medis. Rapid tes bukan untuk mendiganosis apakah seseorang posistif atau tidak  terkena Korona. “Kalau rapid tes kita cek pada pasien dan keluar hasil negatif belum tentu penderita negatif,” ujar dia.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terkait mewabahnya Korona di Kota Mataram. Apalagi saat ini kata dia, pasien PDP  meninggal sebelum keluar hasil Swab. “Kita harus waspada,” pinta dia.

Mestinya kata dia, jalur pintu masuk di Pula Lombok ini harus ditutup untuk sementara. Pelabuhan dan bandara untuk sementara tidak beroperasi. Saat ini kata dia, pasien PDP yang meninggal masih menunggu  hasil Swab dari Surabaya. “Kita minta warga mengurangi aktivitas diluar,” ucapnya. (jay/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)
Enable Notifications    Ok No thanks