alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Santri Mataram Pulang dari Jatim, Pemkot Sewa Losmen untuk Karantina

MATARAM-Pemkot Mataram harus bersiap menerima kepulangan pelajar dari luar kota. Salah satunya santri dari wilayah Jawa Timur. Kepulangan mereka menggunakan bus yang langsung menuju Lombok.

Langkah antisipasi sudah direncanakan pemkot. Mulanya hendak menggunakan asrama haji. Sebagai lokasi screening sekaligus karantina para santri selama 14 hari. Guna mengetahui apakah mereka terpapar virus Korona atau tidak.

Namun, rencana penggunaan asrama haji akhirnya dibatalkan. Camat Sekarbela Moh Yusuf mengatakan, penggunaan asrama haji berpotensi memunculkan penolakan dari warga sekitar. Seperti kasus jamaah tablig yang dari Gowa. Belum ditambah dengan ribetnya birokrasi di internal pengurus asrama haji yang dimiliki Pemprov NTB itu.

Menyikapi situasi tersebut, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, pemkot akan mengontrak satu tempat. Rencananya di Wisma Nusantara. Yang nanti bisa digunakan untuk keperluan karantina lainnya.

”Kalau asrama haji, penanganan di provinsi. Dan kita tidak tahu keseriusan mereka,” kata Eko.

Dengan mengontrak satu tempat, pemkot bisa mudah melakukan pengawasan. Sekaligus memantau pergerakan setiap orang di lokasi tersebut.

Kata Eko, biaya untuk menyewa akan disiapkan dari kantong APBD. Pemkot ingin segala penanganan pencegahan penyebaran virus Korona bisa dilakukan dengan cepat. Tanpa harus terganjal wilayah birokrasi.

”Memang ada beberapa tempat yang bisa kita kontrak. Gak masalah disewa, ini juga untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra mengatakan, sudah ada skenario yang mereka siapkan. Pertama, harus memastikan berapa jumlah santri asal Kota Mataram. Sebab, yang pulang menggunakan rombongan bus itu, ada juga berasal dari Lombok Barat maupun Lombok Tengah.

”Kalau yang dari Mataram, kita ambil untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.

Screning awal dilakukan kepada mereka yang sakit. Pemeriksaan, kata dia, bisa dilakukan dengan foto thorax atau rontgen. Cara ini memang tidak bisa memberi kepastian positif atau negatif dari virus Korona.

Foto thorax, hanya sebagai pengecekan awal. Guna mengetahui indikasi. Dengan merontgen, petugas kesehatan bisa melihat apakah ada tanda-tanda pneumonia di paru-paru maupun saluran pernapasan. Pneumonia ini menjadi salah satu gejala dari paparan virus Korona.

”Kalau ada tanda-tanda, baru kita lakukan swab, untuk memastikan apakah positif atau tidak,” jelasnya.

Menurut dr Jack, sapaan karibnya, foto thorax juga bisa memberi keyakinan kepada masyarakat. Jika mereka memiliki sakit dengan gejala serupa virus Korona, tapi ternyata hanya sakit biasa.

”Banyak kan yang waswas begitu. Jadi pas periksa kita foto saja, kelihatan. Kalau tidak ada tanda, berarti ya panas demam biasa,” tandas dr. Jack. (dit/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.
Enable Notifications    Ok No thanks