alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Tak Ada Lagi Kompromi, Tempat Hiburan di Mataram Harus Tutup

MATARAM-Pemkot Mataram benar-benar tak ingin kecolongan. Meski belum ada satu kasus positif virus Korona di ibu kota. ”Kita tidak ingin ada kejadian atau kasus di Kota Mataram. Jadi semua imbauan dan edaran pemerintah itu harus dipatuhi,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Yang paling disoroti Ahyar adalah tempat hiburan hingga destinasi wisata. Sudah ada imbauan agar lokasi-lokasi tersebut ditutup sementara. Guna menghindari kerumunan masyarakat.

Ahyar menegaskan, tidak ada tawar menawar lagi. Segala jenis tempat hiburan, berapapun jumlahnya, harus ditutup. ”Tutup total, tidak ada diskusi. Itu yang saya minta,” tegas wali kota dua periode ini.

Guna memperkuat hal tersebut, Ahyar mengambil kebijakan untuk menerapkan jam malam. Mulai kemarin. Dengan cara memadamkan lampu-lampu di sejumlah jalan protokol dan taman kota. Hingga mematikan jaringan wifi publik di beberapa titik.

”Kalau ada yang masih kerumunan, nongkrong-nongkrong di jalan, itu bubarkan. Pokoknya tidak ada lagi keramaian. Tidak ada lagi dalil-dalil segala macam,” kata Ahyar.

Untuk penutupan tempat hiburan, Pemkot Mataram meminta bantuan TNI dan Polri. Tugas ini diemban bersama Satpol PP Kota Mataram.

Ahyar meminta, petugas Satpol PP bisa bergerak dengan maksimal. Melakukan koordinasi dengan camat hingga kelurahan. Kalau perlu, mereka bisa mengambil inisiatif sendiri, tanpa harus menunggu instruksi dari pimpinan maupun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram.

“Kalau ada warga yang masih tidak peduli, bantu kita supaya mereka mengerti. Ini untuk kebaikan kita bersama,” tuturnya.

Mengenai pemberlakuan jam malam, dilakukan dari pukul 22.00 Wita hingga pagi hari. Tujuannya, meminimalisasi aktivitas warga di malam hari.

Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengatakan, sosialisasi sudah dilakukan selama dua pekan terakhir. Terkait penutupan sementara untuk tempat hiburan dan destinasi wisata.

”Saatnya kita lakukan penindakan,” kata Bayu.

Pemkot, sudah meminta pengusaha untuk bekerjasama mengatasi penyebaran virus Korona. Adanya fakta mengenai dua pasien positif Korona, harus direspons dengan bijak dan cepat. Ia berharap, pengusaha bisa mematuhi imbauan pemerintah.

”Tempat hiburan ini banyak ya, karaoke, kafe yang ada live musik, game center warnet sampai penyewaan playstation juga,” jelasnya.

Jika masih ditemukan pelanggaran, Satpol PP bersama kepolisian dan TNI bisa melakukan tindakan lebih lanjut. Bisa berupa pembubaran hingga pencabutan izin usaha. ”Nanti kita lakukan sweeping,” tegas Bayu.

Mulai tadi malam (28/3) Satpol PP Kota Mataram bersama TNI, Polri, Camat, dan Lurah masing-masing wilayah menyisir tempat-tempat hiburan di Kota Mataram. Sebab, kata Bayu, pencegahan Korona bukan main-main. Apalagi saat ini sudah ada warga meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).

“Sekali lagi, situasi ini bukan main-main,” kata Bayu.

Dengan menyisir tempat hiburan, pihaknya ingin meredam keresahan masyarakat. Karena sejauh ini tempat hiburan menjadi tempat berkumpul. Bahkan tak jarang membuat situasi keramaian. ”Kalau ada yang masih buka kita akan langsung tutup,” tegas Bayu.

Ia melihat ada saja warga ngeyel. Meremehkan. Berkumpul di jalan atau kafe. Paling tidak kata dia, hal ini harus dihindari. Memang kata dia, meninggal tidaknya seseorang tergantung Tuhan. Tapi paling tidak kata Bayu, ada upaya meminimalisir penyebaran Korona.

Bayu juga akan membubarkan warga jika ditemukan berkumpul diatas pukul 22.00 Wita. Sebenarnya kata dia, penutupan ini telat. Namun begitu ujar dia, tak ada kata telat. Masih bisa dilakukan guna meminimalisir penyebaran Korona. “Ini akan tegas kita lakukan,” ujarnya.

Terpisah, Camat Sandubaya Saharudin mengatakan, sesuai instruksi wali kota, kafe tuak (miras tradisional) di Sandubaya akan ditutup. Ia akan berkordinasi dengan Satpol PP, TNI, dan Polri untuk penutupam kafe tuak di wilayah Sandubaya. “Ini untuk kebaikan kita bersama,” ujar Sahar.

Jika pun ada pengusaha yang ngeyel, tambah dia, pihaknya tidak segan-segan akan melakuan penutupan paksa. Sebab, penyebaran Korona tidak boleh disepelekan. “Kita juga sudah antisipasi Korona di lingkungan Kecamatan Sandubaya dengan menyemprot disinfektan,” tukasnya. (dit/jay/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks