alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Selamatkan Pahlawan Demokrasi!

MATARAM-Korban petugas pemilihan umum (Pemilu) terus bertambah. Di NTB, satu petugas meninggal dunia dan ratusan orang sakit menjadi sejarah baru dalam pesta demokrasi.

Tidak ingin kondisi lebih parah, Dinas Kesehatan NTB mengerahkan seluruh petugas kesehatan dari tingkat desa hingga kabupaten dan provinsi. Mereka diminta siaga untuk melayani petugas pemilihan yang sakit. Bahkan, bila ada yang sakit parah, pemerintah akan memberikan pengobatan gratis.

“Kita standby-kan petugas di setiap titik pemungutan suara,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (28/4).

Ia mengatakan, belajar dari jatuhnya korban jiwa selama beberapa hari belakangan, pemerintah tidak ingin ada lagi petugas yang meninggal. Caranya hanya dengan memberikan pelayanan kesehatan khusus bagi petugas.

Penanganan dilakukan secara berjenjang. Mulai dari Puskesmas, RSUD masing-masing daerah, dan terakhir RSUP NTB. Namun sampai sejauh ini, tidak ada petugas yang sakit parah dan butuh penanganan lebih. Rata-rata PPK hanya sakit ringan karena faktor kelelahan. Sehingga pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan sederhana.

“Bahkan yang sakit juga memang sudah sakit sebelumnya. Biasanya kalau P3K itu gratis,” katanya.

Dinas Kesehatan juga akan terus berkoordinasi untuk penanganan selajutnya. Sehingga pelayanan bisa lebih optimal. Selama ini, mereka bergerak ketika ada laporan dari KPU setempat. “Beban kerja tahun ini tidak seperti sebelumnya, sekarang jauh lebih besar,” tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris KPU NTB Mars Ansori Wijaya menyebutkan, karena kurang istirahat banyak petugas yang sakit. Proses rekapitulasi suara yang dilakukan di kecamatan berlangsung dari pagi hingga malam. Sehingga tidak sedikit petugas yang kondisinya menurun. Sehingga mereka mendapat perhatian seperti pemeriksaan kesehatan.

Ansori menambahkan, dalam proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, tidak sedikit petugas yang kesehatannya menurun. Dari data sementara KPU kabupaten/kota, satu petugas meninggal dunia. Sementara 114 orang lainnya dinyatakan sakit.

Masing-masing di Lombok Barat lima orang, Lombok Utara 11 orang, Lombok Tengah 11 orang, Lombok Timur 17 orang, KSB 32 orang, Sumbawa satu orang, Bima 23 orang, dan Kota Bima 14 orang.

KPU berencana memberi santunan kepada petugas. “Tapi kita masih menunggu instruksi KPU RI karena ini masih dibahas di tingkat pusat,” jelasnya.

Sementara itu, sampai saat ini nama-nama caleg DPR RI Dapil NTB yang akan melaju ke Senayan mulai terpetakan. Di Dapil 1 (Pulau Sumbawa), tiga kursi yang diperebutkan sudah terisi.

Satu kursi disegel Caleg Gerindra H Zainul Arifin. Satu kursi lagi diisi Caleg PAN H Muhammad Syafrudin. Sementara satu kursi tersisa masih diperebutkan Caleg dari PKS, Golkar, dan Demokrat.

Dari data Situng KPU pukul 21.00 Wita tadi malam memperlihatkan ada tujuh partai dengan suara tertinggi di Dapil NTB I. Yakni Gerindra dengan 23.516 suara, PAN 21.581 suara, PKS 15.959 suara, Golkar 15.240 suara, dan Demokrat 14.581 suara.

Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar mengatakan, satu kursi DPR RI dari Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) diyakini bisa diraih. Karena dari hasil tabulasi internal yang dilakukan, suara caleg petahana H Muhammad Syafrudin sudah mencapai 60 ribu lebih.

”Bisa dipastikan untuk dapil pulau Sumbawa kursi DPR RI bisa dipertahankan,” ujarnya.

Tidak hanya PAN yang optimis satu kursi DPR RI Dapil NTB I bisa diraih, caleg PKS yang dipasang di Dapil NTB I Johan Rosihan juga optimis dirinya bisa meraih satu kursi.

Menurut Johan, raihan satu kursi di Sumbawa berdasarkan hasil pengentrian C1 perolehan suara sementara yang dilakukan DPW PKS NTB. Dari hasil tabulasi PKS, ada dua kadernya yang bisa lolos ke Senayan. Yakni Suryadi Jaya Purnama dari Dapil NTB II (Pulau Lombok) dan Johan Rosihan dari Dapil NTB I.

Terpisah, Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi juga memprediksi dua kadernya melenggang ke Senayan. Sejauh ini, raihan suara PKS di dua dapil terus mengalami pergerakan. Di Pulau Sumbawa, PKS kejar mengejar dengan Gerindra dan PAN. Sementara di Pulau Lombok, PKS bersaing sengit dengan Gerindra dan Golkar.

Meskipun dari data Situng KPU sementara, PPP tidak berada dalam lima besar perolehan suara tertinggi di Pulau Sumbawa, namun PPP optimis bisa meloloskan calegnya ke DPR RI.

Caleg PPP yang digadang-gadang mampu lolos ke Senayan dari Dapil NTB I adalah Nurdin Ranggabarani (NR).

Juru bicara Nurdin Ranggabarani Center Dharo Jatun mengatakan, perolehan suara sementara NR di tiga kecamatan yang ada di Dompu adalah yang tertinggi.

Kemudian untuk wilayah Kabupaten Sumbawa, suara sementara NR masih yang terbanyak yakni 21.601. Jika melihat hasil tabulasi sementara ini, NR masih berpeluang untuk mendapatkan satu kursi DPR RI dari Dapil NTB I.

”Ini masih data sementara karena ada beberapa kecamatan yang belum masuk,” pungkasnya. (ili/puj/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks