alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Data Bermasalah, Ada PNS Masuk Data Penerima JPS Mataram

MATARAM-Penyaluran jaring pengaman sosial (JPS) Kota Mataram belum tepat sasaran. Terdapat dobel penerima hingga ASN/PNS aktif yang masih mendapatkan bantuan. ”Sambil jalan, kita verifikasi data-data itu,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Selasa (29/4).

Berbicara soal data penerima memang cukup sulit. Kerapkali terjadi tumpang tindih nama penerima. Ada yang sudah masuk dalam basis data terpadu (BDT), namun terdaftar juga sebagai penerima JPS Kota Mataram.

Ahyar mengetahui jika data penerima JPS masih tumpang tindih. Hanya saja, ia tidak tahu lebih jauh mengenai adanya ASN aktif di salah satu kelurahan di Kecamatan Selaparang, tapi menerima bantuan JPS.

Padahal, ASN tidak masuk sebagai salah satu kriteria yang ditetapkan Pemkot Mataram, untuk menerima bantuan. Ahyar bahkan menegaskan tidak ada ASN aktif berhak mendapat JPS. ”Nanti akan kita verifikasi lagi itu,” ujarnya.

Sejauh ini, Pemkot Mataram telah menyalurkan 9.000 paket sembako melalui JPS. Dibagi dalam dua tahap. Pertama sebanyak 5 ribu paket, kedua dan disalurkan kemarin sejumlah 4 ribu paket sembako.

Ahyar menyebut, JPS Kota Mataram berjumlah 26 ribu paket sembako. Dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Dalam prosesnya, Ahyar memaklumi belum semua masyarakat menerima bantuan. Sebab pemkot harus mendata secara detail nama-nama penerimanya. Hingga menyiapkan paket sembakonya.

”Ini tidak mudah, apalagi dalam waktu yang singkat. Tapi kita targetkan sampai 30 April ini, semua sudah tersalurkan,” tutur Ahyar.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengakui terjadinya anomali data. Terdapat penerima ganda. Yang mulanya sudah diajukan OPD terkait, kemudian diusulkan kembali secara mandiri.

”Contohnya nelayan. Ada yang sudah masuk bantuan OPD, tapi masuk juga untuk usulan masyarakat nelayan. Dobel jadinya,” kata Mahmuddin.

Selain itu, tim juga menemukan ada satu orang, justru mendapat tiga paket bantuan sekaligus. Kondisi ini tentu merugikan warga lain, yang berhak sebagai penerima bantuan. Mahmuddin mengatakan, pemkot tidak saja melakukan validasi ulang terhadap penerima. Tapi melakukan pengecekan ganda untuk setiap nama.

Ketika bantuan di drop sampai kelurahan, paket sembako tidak akan langsung dibagikan. Ia sudah meminta setiap lurah untuk mempelajari data yang diberikan. Melihat satu per satu warganya. By name by address.

”Jadi ditahan dulu barangnya di kelurahan. Diklirkan di sana. Kalau sudah beres, baru diberikan ke masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses pemberian JPS ini, Pemkot Mataram melibatkan tiga pihak swasta. Mereka yang melakukan pengadaan paket sembako untuk 26 ribu warga Kota Mataram.

Evaluasi nantinya bakal tetap dilakukan terhadap pihak ketiga. Untuk memastikan penyaluran JPS tidak menemui kendala selama enam bulan ke depan. ”Setelah April ini selesai, kita evaluasi. Mana perusahaan yang bisa lanjut, kita lanjutkan. Karena ini kan harus bergerak cepat juga,” jelas Mahmuddin. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Bawa Ganja Tukang Parkir Tertangkap di Puskesmas Batulayar

Terduga pengedar ganja berinisial SAP alias Adi dibekuk Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu sore (9/8). Pria yang kesehariannya menjadi tukang parkir itu diduga jual narkoba.

Polda NTB – KPU Koordinasi Pengamanan Pilkada Serentak 2020

Polda NTB berupaya menjaga stabilitas keamanan daerah menjelang Pilkada Serentak 2020. “Kita sudah diskusi dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) membahas persiapan-persiapan menjelang Pilkada serentak, 9 Desember mendatang,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal usai silaturahmi dan diskusi di kantor KPU NTB, Senin (10/8).

Dua Kali Masuk Bui, Papuk Jon Kembali Ditangkap Polisi

Sorang pria berinsial MB alias Papuk Jon tak juga kapok. Meski usia sudah memasuk 58 tahun, Papuk Jon masih saja mencuri. ”Kakek ini residivis. Sudah dua kali masuk penjara. Kasus sebelumnya juga mencuri,” kata Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Senin malam (9/8).

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks