alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Korona Mataram Semakin Parah, Pencegahan Berbasis Lingkungan Belum Optimal

MATARAM-Hingga Rabu (29/4) jumlah kasus positif korona di Mataram mencapai 74 kasus. Angka ini terus meningkat dan membuat Mataram menjadi wilayah dengan jumlah kasus korona tertinggi di NTB.

Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL) yang digembar-gemborkan Wali Kota Mataram belum maksimal. Ketua RT, kepala lingkungan, hingga lurah belum kompak bergerak sebagaimana direncanakan.

“Ini harus ada ketegasan dari lurah,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor, kemarin.

Meningkatnya jumlah kasus positif Korona tidak lepas dari kurangnya kepedulian masyarakat. Serta tidak ada ketegasan pemerintah di tingkat bawah.

Buktinya, warga luar daerah begitu mudah masuk ke Kota Mataram. Tanpa melalui pemeriksaan di puskesmas. Bahkantak ada pengawasan sama sekali.

“Mestinya setiap orang dari luar dilakukan pemeriksaan,” kata Fuddin.

Tak hanya itu, kata dia, setiap lingkungan harus menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk. Bahkan pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan Korona. Baik itu sosial maupun physical distancing. “PCBL harus diterapkan bersama masyarakat,” katanya.

Fuddin meminta agar warga melapor jika ada lurah yang cuek dengan penerapan PCBL. “Lurah harus menjadi ujung tombak. Jangan sampai lurahnya yang kurang tegas,” ucapnya.

Sementara itu Camat Sekarbela M Yusuf mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada lurah untuk mendata setiap warga yang datang dari luar daerah. Bahkan sebelum tinggal, mereka harus memeriksakan diri di puskesmas atau rumah sakit.

“Selain itu, mereka tidak boleh keluar rumah selama empat belas hari,” terangnya.

Yusuf menegaskan, setiap warga dari luar daerah harus melapor ke kaling atau lurah. Tujuannya apa dan berapa lama dia akan tinggal. (jay/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Bawa Ganja Tukang Parkir Tertangkap di Puskesmas Batulayar

Terduga pengedar ganja berinisial SAP alias Adi dibekuk Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu sore (9/8). Pria yang kesehariannya menjadi tukang parkir itu diduga jual narkoba.

Polda NTB – KPU Koordinasi Pengamanan Pilkada Serentak 2020

Polda NTB berupaya menjaga stabilitas keamanan daerah menjelang Pilkada Serentak 2020. “Kita sudah diskusi dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) membahas persiapan-persiapan menjelang Pilkada serentak, 9 Desember mendatang,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal usai silaturahmi dan diskusi di kantor KPU NTB, Senin (10/8).

VIDEO : Dua Kali Masuk Bui, Papuk Jon Kembali Ditangkap Polisi

Sorang pria berinsial MB alias Papuk Jon tak juga kapok. Meski usia sudah memasuk 58 tahun, Papuk Jon masih saja mencuri. ”Kakek ini residivis. Sudah dua kali masuk penjara. Kasus sebelumnya juga mencuri,” kata Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Senin malam (9/8).

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks