alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Audit Bantuan JPS Mataram, Inspektorat Tunggu Penyaluran Rampung

MATARAM-Post audit terhadap bantuan jaring pengaman sosial (JPS) belum bisa dilakukan. ”Kita tunggu selesai dulu penyaluran tahap pertama di Bulan April itu,” kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram Lalu Alwan Basri, Kamis (29/5).

Untuk tahap pertama, Pemkot Mataram menargetkan 16.000 paket sembako. Seharusnya paket tersebut dirampungkan pada April lalu. Namun hingga menjelang berakhirnya Mei, bantuan yang tersalurkan baru 13.282 paket.

Post audit, kata Alwan, belum bisa dilakukan ketika tahap pertama belum selesai. Untuk mendapatkan gambaran utuh, harus menunggu seluruh bantuan disalurkan.

Inspektorat juga tak ingin mengambil kesimpulan terlalu jauh. Terutama mengenai indikasi kekurangan harga dari JPS. ”Tidak bisa kita simpulkan sekarang. Tidak bisa juga dengan kasatmata, bilang ini kurang. Harus diuji dulu, diaudit. Dan yang melakukan itu harus ahli juga,” jelas Alwan.

Setelah penyaluran tahap pertama selesai, Inspektorat Kota Mataram akan meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Guna melakukan post audit. ”Kita tunggu selesai, baru permintaan post audit kita ajukan,” tandas Alwan.

Dalam proses penyaluran JPS, Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram turun juga melakukan pendampingan. Hasilnya, ditemukan selisih harga di item barang dengan RAB yang ada. ”Kita temukan selisih harga sembako yang diadakan pada program JPS di Kota Mataram,” kata Kajari Mataram Yusuf.

Pada perencanaannya, per kepala keluarga mendapat jatah Rp250 ribu. Tetapi, sembako yang diadakan itu harga keseluruhannya tidak mencapai Rp250 ribu sesuai dengan RAB yang ada. ”Malah kurang dari Rp200 ribu,” bebernya.

Kendati demikian, jaksa belum menyelidiki lebih dalam terkait dengan temuan tersebut. Karena, program itu masih berjalan. ”Tunggu selesai dulu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, unsur merugikan negaranya juga perlu dibuktikan. Untuk itu, perlu diaudit terlebih dahulu. ”Itu nanti dari BPKP atau BPK yang audit. Kami mendampinginya di soal administrasi pada pengadaan dan penyaluran,” imbuhnya.

Tetapi, kejaksaan sudah meminta penyedia untuk memperbaikinya. Dia menyarankan agar seluruh anggaran Rp250 ribu itu dibelanjakan habis. Sehingga memenuhi kebutuhan sembako masyarakat.

”Kita baru menyarankan agar anggarannya dipergunakan dengan tepat dan dibelanjakan habis untuk masyarakat,” kata dia.

Mengenai selisih harga dengan RAB, Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengaku belum tahu persis. Ia menerangkan, dalam proses penyaluran JPS, pejabat pembuat komitmen (PPK) memiliki kewenangan untuk membuat standar harga. Yang tentunya disesuaikan dengan harga pasar.

Paket bantuan di JPS Kota Mataram nominalnya Rp250 ribu. Berdasarkan standar harga tersebut, PPK membuat perhitungan. Barang apa saja yang bisa dibeli dengan nominal tersebut.

Setelahnya, PPK menyampaikan kepada rekanan, melalui surat. Untuk mengadakan paket dengan jenis barang yang sudah ditentukan PPK. ”Item atau barangnya saja yang diminta. Tapi harga dari PPK tidak dicantumkan,” ujarnya.

Kata Mahmuddin, semua harga yang ditawarkan memiliki dasar. Selain itu, sebelum disetujui, Inspektorat juga melakukan review atas kewajaran harga tersebut.

Adapun post audit yang nanti dilakukan, untuk melihat adakah selisih harga. Sehingga menyebabkan Pemkot Mataram membayar lebih untuk paket sembako di JPS, yang diberikan untuk masyarakat.

”Kalau ada kelebihan, tentu kita akan minta untuk dikembalikan. Tapi mengenai jumlah pastinya, harus menunggu post audit dulu,” kata Mahmuddin. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks