alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Pemkot Mataram Kaji Penerapan New Normal

MATARAM-Kasus positif Covid-19 terus merangkak naik di Kota Mataram. Tapi, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sudah memikirkan mengenai new normal. ”Kita kaji dulu. Sedang dipelajari dan disusun langkah-langkahnya,” kata Ahyar, Kamis (28/5)

Skenario new normal dilontarkan pemerintah pusat. Pemkot Mataram, tentu akan menyesuaikan kebijakan tersebut. Dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ahyar mengatakan, ada banyak yang harus disesuaikan apabila pemkot mengambil langkah serupa.

”Banyak hal. Makanya kita perlu kaji dulu lebih dalam kan,” ujarnya.

Jika memberlakukan new normal, kata Ahyar, kebijakan yang sekarang bisa tidak berlaku lagi. Misalnya penutupan pusat perbelanjaan. Kegiatan belajar dari rumah. Hingga aktivitas pariwisata di Kota Mataram.

”Sekarang kan mal kita tutup. Nanti tentu dengan new normal bisa berubah lagi,” tutur Ahyar.

Untuk saat ini, ia menyebut Pemkot Mataram sedang gencar menekan angka penyebaran Covid-19. Memperketat arus keluar masuk menuju Kota Mataram. Melakukan tracing kontak terhadap seluruh pasien positif Covid-19.

Jika upaya tersebut bisa menekan penyebaran virus Korona, new normal siap diterapkan Pemkot Mataram. Tentu tetap dengan protokol Covid-19, yang harus dilaksanakan dengan sangat ketat.

”Sekarang kita sedang kencang-kencangnya mengadang laju penyebaran Covid. Setelah itu berhasil, kita bisa lakukan new normal,” kata Ahyar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, pemberlakuan new normal membuka peluang dibukanya kembali aktivitas pariwisata. ”Bisa dilakukan kalau memang seperti itu keputusannya nanti,” kata Denny.

Namun, aktivitas pariwisata di tengah pandemi, meski dengan konsep new normal, tentu tidak bisa sama seperti dulu. Ada pembatasan yang dilakukan. Disertai dengan penerapan protokol Covid-19 yang ketat.

Denny lalu memberi contoh. Misalnya di satu destinasi bisa menampung 1.000 wisatawan dalam satu momen. Dengan new normal, pengunjung yang diperbolehkan datang paling banyak hanya 500 orang.

”Maksimalnya itu setengah dari daya tampung. Sehingga di sana bisa juga diterapkan mengenai physical distancing,” ujarnya.

Ketika destinasi wisata dibuka kembali, bisa menimbulkan multiplier effect. Masyarakat terbantu secara ekonomi. Kemudian hotel-hotel bisa kembali buka seperti biasa. ”Kalau sekarang masih ada beberapa hotel yang buka. Tapi lebih banyak yang tutup, terutama yang besar-besar,” tandas Denny. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks