alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Positif Korona, Kondisi Sejumlah Tenaga Medis di Mataram Terus Membaik

MATARAM-Kondisi tenaga kesehatan / tenaga medis Kota Mataram  yang positif Covid-19 mulai membaik. Dari 18 orang, setengahnya dinyatakan sembuh.

“Nakes ini kan sudah terbentuk anti bodinya. Karena tiap hari mereka terpapar,” kata Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra, kemarin.

Dijelaskan, virus ini bisa sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini sama dengan flu. Dibutuhkan makan banyak, istirahat, dan konsumsi vitamin. Apalagi para Nakes yang terpapar masih muda. Imun tubuh mereka masik kuat. Sehingga cepat sembuh.

“Saya rasa para Nakes mengerti bagaimana menjaga imun tubuh,” ungkap pria yang karib disapa Jack ini.

Dalam kesempatan itu, Jack juga mengkritisi Diskominfo terkait pembagian wilayah penyebaran Covid-19. Menurutnya, zona merah, kuning, dan hijau mestinya berubah tiap ada perkembangan. Jika ada pasien sembuh, maka zona merah itu harus dihapus. “Kalau tidak tentu masyarakat akan takut,” ungkapnya.

Kini, kata Jack, dengan kasus positif Covid-19 banyak orang takut ke rumah sakit. Harusnya stigma akan bahaya Korona dihapus. Tidak semua warga akan terpapar Korona. Jika imun tubuh kuat, maka Korona tidak akan menyerangnya.

Contohnya H Bakri dan H Roni. Dua orang jamaah tablig yang pergi ke Gowa, Sulawesi Selatan. Mereka tidak terpapar virus ini. “Dan harus diingat, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa mengatakan, Nakes di Kota Mataram yang jumlahnya 700 lebih sudah diswab. Hasilnya, sekitar 18 Nakes positif.

“Virus ini  karakternya macem-macem. Kadang orang yang tidak pernah bersentuhan terpapar,” ungkapnya. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks