alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Tangani Korona RSUD Mataram Rekrut Tenaga Medis Tambahan

MATARAM-RSUD Kota Mataram merekrut tenaga kesehatan / tenaga medis tambahan. Guna menggenjot pelayanan kesehatan reguler yang kembali dibuka.

”Sifatnya kontrak sampai Desember. Ini sudah mulai bekerja,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, kemarin.

Untuk tahap awal, RSUD Kota Mataram telah merekrut 25 tenaga kesehatan. Mereka ditugaskan khusus untuk menangani pasien positif Covid-19. Menggantikan nakes lain, yang kembali melayani pasien reguler.

”Nakes lama kita tarik layani reguler,” ujarnya.

Setelah lebaran, RSUD Kota Mataram membagi fokus pelayanan kesehatan. Tidak lagi menangani kasus atau pasien positif Covid-19. Layanan untuk pasien reguler kembali dibuka. Seperti sebelum pandemi.

Pembukaan layanan reguler ditandai dengan beralihfungsinya gedung Graha Mentaram. Semula, gedung ini dijadikan ruang perawatan dan isolasi untuk pasien positif Covid-19. Kini diisi pasien reguler.

Pasien positif Covid-19 dipindah ke IGD pengembangan. RSUD Kota Mataram juga menjadikan wisma nusantara sebagai mini hospital. Bagi pasien positif. ”Yang sudah lama-lama positifnya, itu kita geser ke wisma nusantara,” tuturnya.

Pelayanan reguler akan dilakukan dengan protokol pencegahan Covid-19. Secara ketat. Dilakukan pengecekan lengkap terhadap pasien reguler. Yang datang untuk berobat atau menjalani rawat inap.

Sebelum menjalani perawatan, semua pasien reguler akan menjalani pemeriksaan awal. Petugas akan melakukan rapid tes hingga foto thorax. Jika dinyatakan klir dari virus Korona, akan dilanjutkan dengan memberi pelayanan kesehatan.

”Kita betul-betul seleksi. Mengikuti SOP covid, walaupun pelayanan yang diberikan ini untuk pasien reguler,” jelas Jack, sapaan karibnya.

Mengenai penambahan nakes, Jack menyebut bukan karena mereka kekurangan tenaga. Tapi karena dibukanya kembali pelayanan reguler.

Nakes tambahan ini mendapat insentif. Yang dikeluarkan dari kantong APBD Pemkot Mataram. Dari anggaran yang telah direfocusing untuk penanganan Covid-19. Jack berharap, insentif terhadap nakes bisa cair pada Juni nanti.

”Sudah kita usulkan untuk APBD. Kalau dari pusat, tidak jelas juga sampai sekarang,” tandas Jack.

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, insentif yang dikeluarkan dari APBD sifatnya tambahan. Di luar dari rencana pemerintah pusat yang hendak memberikan insentif serupa. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks