alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Mataram Masih Zona Merah Korona, 184 Masih Dirawat, 31 Meninggal

MATARAM-Kota Mataram masih jadi daerah zona merah covid. Angka pasien positif yang sekarang masih menjalani perawatan nyaris 200 orang. ”Sekarang lebih banyak yang non klaster. Dari transmisi lokal,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr. H Usman Hadi.

Angka kasus positif terus naik selama satu pekan terakhir. Sabtu kemarin, tercatat 18 orang warga Kota Mataram yang terjangkit covid. Satu hari sebelumnya ada 9 orang. Salah satu di antaranya merupakan anak usia empat bulan.

Usman mengatakan, penyebaran kasus covid sempat melandai. Di akhir Mei hingga minggu pertama Juni. Tapi, hanya sebentar, kasus covid perlahan naik. Didominasi tenaga kesehatan yang bertugas menangani covid.

”Masih ada muncul beberapa nakes yang positif. Dari (rumah sakit) swasta,” ujarnya.

Sebaran kasus positif positif covid tidak lagi didominasi klaster dari luar daerah. Kata Usman, banyak kasus muncul dari masyarakat yang melakukan swab mandiri. Mereka yang hendak bepergian ke wilayah, yang mensyaratkan dokumen bebas covid. Seperti, Bali dan Jakarta.

”Swab mandiri itu juga banyak. Mereka yang positif, akhirnya tidak jadi pergi. Atau kepergiannya ditunda,” tutur Usman.

Selain swab mandiri, penyebaran covid banyak juga yang berasal dari transmisi lokal. Bahkan, penularan lokal ini tetap menyasar anak-anak. Terakhir, ada dua anak, masing-masing usia empat bulan dan enam bulan, positif covid dengan gejala pneumonia.

”Ini yang kita takutkan. Masih soal transmisi lokal. Masih sangat berbahaya,” imbuhnya.

Penularan transmisi lokal sulit dihindari. Apalagi jika melihat masyarakat yang kembali beraktivitas dalam dua minggu terakhir.

Kata Usman, pemerintah tidak mungkin melarang masyarakat untuk bepergian. Beraktivitas di luar rumah. Apalagi dengan kondisi perekenomian yang lesu sekarang ini.

Namun, Usman meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker. Juga lebih sering mencuci tangan. ”Jaga jarak. Kalau penyebaran dari klaster-klaster sebelumnya, itu sudah selesai. Sekarang ini kita hadapi transmisi lokal,” tuturnya.

Pemakaian masker juga tidak bisa sembarangan. Harus memnuhi standar kesehatan. Jikapun memakai masker kain atau yang bergambar, diupayakan untuk melapisnya dengan masker kesehatan.

Hingga Minggu (28/6) malam total kasus positif korona di Mataram 513 orang. Rinciannya 184 masih dirawat 298 sembuh dan 31 orang meninggal dunia. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks