alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Kelurahan Selagalas dan Bertais Dapat Bantuan Rp 5 Miliar

MATARAM-Kelurahan Selagalas dan Bertais akan mendapat kucuran dana segar masing-masing Rp 5 miliar dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Bantuan itu terkait dengan penataan lingkungan. Dua kelurahan itu diberikan karena paling terdampak oleh gempa.

Lurah Bertais Lalu Muksan Jalaludin mengapresiasi langkah Pemkot Mataram yang sangat proaktif dalam mengusulkan anggaran penataan lingkungan. Hal ini tentu saja disambut positif oleh warga terdampak. “Kita sambut baik program ini,” terangnya, kemarin (29/3).

Untuk Kelurahan Bertais, rencananya akan menyasar ke dua lingkungan yang paling terdampak. Yaitu Lingkungan Pengempel Indah dan Gontoran Barat.

Sebagai langkah tindaklanjut, ia telah mengumpulkan warga di dua lingkungan itu di kantor lurah. Tujuannya untuk mendengarkan langsung mengenai apa saja yang harus dibenahi. “Kita kumpulkan semua dan didampingi fasilitator,” jelasnya.

Pemkot Mataram memang sedang berpacu dengan waktu. Selain menangani proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga pascagempa, penyusunan Detail Engineering Design (DED) penataan lingkungan yang disyaratkan Kementerian PUPR.diharapkan rampung pada April mendatang.

“Karena harus cepat, semua yang disyaratkan sudah kami laksanakan, sudah dirancang dan sepertinya sudah final,” kata Muksan.

Ia menjelaskan, dalam rancangan DED penataan dua lingkungan tersebut, masyarakat mengakui bahwa saat terjadi gempa, sulit melakukan evakuasi. Itu karena jalan lingkungan yang sempit. Sehingga dengan program ini, jalan lingkungan akan diperlebar. Semula hanya 80 cm, nantinya bisa mencapai 1,5 meter dan dilengkapi oleh rambu-rambu jalur evakuasi.

“Karena dalam DED itu, kita memperhatikan kondisi lebar jalan lingkungan sehingga nanti tidak lagi ditemui jalan buntu, biar jalur evakuasi bisa lebih cepat,” ujarnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks