alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Saharudin Jadi Camat, Lurah Takbir

MATARAM-Ada yang menarik saat mutasi pejabat kemarin (29/3). Sosok Lalu Saharudin membetot banyak hadirin. Begitu Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh memasang tanda camat dan pin di saku Saharudin, para lurah pun bertakbir. “Takbir!” pekik Lurah Kekalik Jaya H Fathurrahman memecah keheningan.

Sontak seperti dikomando, deretan para lurah yang duduk di deretan kursi timur, Aula Pendopo Wali Kota Mataram pun bergemuruh. Para Lurah pun segera melantangkan kalimat takbir dengan lantang. “Allahu Akbar!” pekik mereka kompak.

Suasana pun jadi riuh dan pecah. Prosesi mutasi yang biasanya kaku, tegang, dan mendebarkan itu pun jadi gayeng. Saharudin pun tak bisa menahan senyum. Ia tak bisa menahan senyum tersipu. Setelah sambutan heroik dari sahabat-sahabat lurahnya.

Lalu siapa sebenarnya Saharudin, camat Sandubaya baru pengganti Lalu Samsul Adnan itu?

Rupanya selain dikenal sebagai Lurah Ampenan Utara, Saharudin juga punya panggilan istimewa di teman-teman sesama lurahnya. Ia kerap disebut “ketua kelas”. Rupanya nama ini tidak lepas dari posisinya sebagai Ketua Forum Lurah se-Kota Mataram.

”Dia kan ketua kelas,” seloroh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, usai pelantikan.

Bagi Ahyar, dukungan dari para camat menguatkan pilihannya. Ia memilih orang yang juga dapat dukungan dari rekan-rekan sesama lurah. Ia berharap ini akan jadi awal yang baik, dalam membangun sinergi, koordinasi, hingga akhirnya nanti bisa melayani masyarakat dengan maksimal. “Rupanya ia dapat dukungan yang  baik dari teman-teman sesama lurahnya dan itu sangat bagus,” ujarnya.

Pilihan ini juga menegaskan dirinya benar-benar selektif dan mendengar aspirasi dari semua pihak. Ia berupaya mencari pejabat yang terbaik yang mampu jadi leader bagi yang lain.

Ini juga menepis isu-isu dan tudingan selama ini yang menyebut ada praktik jual beli jabatan. Namun ia berupaya memilih yang terbaik menjadi pejabat yang tepat untuk membantunya mewujudkan visi-misinya. “Nggak ada (jual beli jabatan), nggak ada,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Sandubaya Lalu Saharudin hanya pun tak bisa menahan senyum. Menanggap aksi teman-temannya begitu ia dilantik. Baginya sambutan para lurah, ia anggap motivasi baginya untuk bekerja lebih baik. Membuktikan bahwa ia mampu bekerja secara disiplin, profesional, dan bertanggung jawab. “Ya saya ucapkan terima kasih (pada lurah-lurah),” ujar Saharudin sembari tersenyum.

Selanjutnya terkait dengan tugas dan tanggung jawab yang melekat pada jabatan barunya sebagai camat, Saharudin mengaku pertama-tama ingin berkoordinasi dulu dengan internal birokrasi kecamatan di Sandubaya. Baru kemudian, melakukan koordinasi dengan lurah se-Kecamatan Sandubaya.

“Persoalan di sana tentu banyak sekali, tapi saya lebih memilih menyelesaikan persoalan lingkungan dulu, seperti sampah,” terangnya.

Saharudin mengaku, persoalan sampah bukan persoalan mudah. Harus dikerjakan lintas sektoral terutama membangun koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Apalagi kawasan Olah Sampah Terpadu (Osamtu) di wilayahnya telah berubah bak TPA dengan tumpukan sampah yang banyak. “Mungkin saya akan coba dorong semangat mengajak para lurah, agar pemilahan sampah ditigkat lingkungan ditingkatkan,” ujarnya.

Cara ini diakuinya memang tidak akan menyelesaikan sim-salabim sampah di Osamtu. Tetapi, sedikit tidaknya jika produktivitas pemilahan dan pengolahan ditingkatkan, maka residu yang terbuang pun bisa dikurangi. Cara ini ia yakin cukup kontributif membantu dinas lingkungan hidup, mengatasi persoalan lingkungan. “Karena persoalan lingkungan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Tak hanya Saharudin yang menikmati promosi jadi camat. Tapi ada Muzakkir Walad yang sebelumnya Lurah Banjar jadi Camat Ampenan. Sedangkan Camat Ampenan sebelumnya Zarkasyi menjadi Camat Mataram.

Hariadi yang sebelumnya menjabat sabagai Camat Mataram, naik menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram. Berikutnya Muhammad Erwan yang sebelumnya Sekcam Mataram dipromosi menjadi Camat Cakranegara.

Lalu Samsul Adnan yang sebelumnya Camat Sandubaya digeser menjadi Kabag Organiasi setda Kota Mataram. Hubaidi, kasubag Hukum Bantuan Hukum naik menjadi Kabag Hukum Setda Kota Mataram.

Total, sebanyak 20 pejabat yang dimutasi kemarin. Para pejabat itu tersebar di eselon III dan IV Pemkot Kota Mataram. (zad/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks