alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Pasien Terus Bertambah, Empat PDP di NTB Meninggal, Dua Negatif Korona

MATARAM-Perang melawan virus Korona belum berakhir. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 bahkan terus bertambah.

Di NTB, empat orang berstatus PDP meninggal dunia. ”Dua orang terkonfirmasi meninggal bukan karena Covid-19, dua lainnya masih menunggu hasil lab,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (29/3).

PDP meninggal berasal dari Kabupaten Bima satu orang, dua orang dari Kota Mataram, dan satu warga negara asing (WNA). Pasien asal Bima dan WNA meninggal bukan karena virus Korona. Sedangkan dua PDP meninggal asal Mataram masih menunggu hasil uji laboratorium.

Secara keseluruhan, total PDP dan ODP di NTB hingga 29 Maret pukul 14:00 Wita mencapai 981 orang. Bertambah 180 kasus dibanding kondisi 28 Maret sebanyak 801 orang. Untungnya tidak ada penambahan kasus positif Covid-19.

Dari 43 orang berstatus PDP, 24 orang diantaranya masih di siolasi dan 19 sudah bebas pengawasan. Sebanyak 15 orang bebas karena sembuh atau negatif Korona, sementara empat orang meninggal.

Sedangkan ODP meningkat signifikan hingga 938 orang, 230 orang diantaranya negatif Korona dan 708 orang masih dalam pemantauan. ”Peningkatan ODP disebabkan banyaknya warga yang datang dari daerah terpapar Covid-19,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi.

Tidak hanya datang dari luar negeri, mereka yang pulang dari Jakarta, Bogor-Jawa Barat, Solo-Jawa Tengah, Surabaya-Jawa Timur, dan daerah lainnya tetap masuk ODP. ”Mereka dipantau selama 14 hari masa inkubasi virus,” jelas Putu Aryadi.

Terkait PDP inisial MS, 55 tahun, asal Karang Medain, Kota Mataram yang meninggal dunia. Khalik menjelaskan, pasien masuk IGD RSUD NTB, Rabu (25/3). Pasien datang diantar keluarga setelah pulang dari salah satu rumah sakit swasta di Mataram.

”Pasien dengan riwayat diabetes mellitus, jantung, dan hipertensi,” kata Khalik. ”Pasien masuk ke rumah sakit dalam kondisi lemah dan ditangani secara intensif oleh tim medis,” tambahnya.

Karena pasien dalam kondisi lemah dan keluhan sesak, tim medis melakukan penanganan sesuai SOP pencegahan Covid-19. ”Tim medis mengisolasi pasien hari Jumat, 27 Maret, pukul 13.00 Wita untuk pemantauan serta perawatan,” jelasnya.

Tapi hari Sabtu 28 Maret, kondisi pasien semakin lemah. Tim medis membantu memulihkan, tapi kondisinya malah semakin lemah. ”Pukul 16.30 Wita pasien dinyatakan meninggal di hadapan keluarga dan tenaga medis,” jelasnya.

Khalik mengimbau warga tetap tenang. Sebab pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi Covid-19. ”Walaupun seperti itu, tetap dilakukan pengambilan swab dan saat ini kita menunggu hasil pemeriksaan Litbangkes Kemenkes RI,” jelasnya.

Dia berharap masyarakat tidak berspekulasi dan mengambil kesimpulan sendiri. ”Jangan berbagi informasi yang belum kita dapatkan kebenarannya,” imbuhnya.

Terlebih pasien tidak pernah kontak dengan penderita Covid-19. ”Semua tenang dan bersabar menunggu hasil resmi dari Litbangkes,” harapnya.

Tes swab merupakan tes yang dilakukan dengan pengambilan cairan hidung atau tenggorokan. Dari hasil tes swab inilah keberadaan virus Korona dalam tubuh dapat diketahui. ”Diagnosis Korona didapat melalui swab terhadap sampel yang dikirim ke laboratorium,” ujarnya.

Sesuai SOP dan demi menjaga keselamatan masyarakat luas, pemakaman jenazah dilakukan seperti penderita Covid- 19. ”Semata-mata sebagai bentuk kewaspadaan,” terangnya.

Tindakan terhadap jenazah MS adalah yang terbaik untuk kepentingan masyarakat. ”Karena kita tidak berspekulasi apakah almarhum positif atau negatif Covid-19,” terangnya.

Hal terpenting saat ini, semua pihak mengikuti petunjuk pemerintah. Tetap saling mengingatkan dan saling menjaga. Caranya dengan cuci tangan, jaga jarak (physical distancing), menerapkan pola hidup bersih dan sehat. ”Konsumsi vitamin, jauhi keramaian dan jangan termakan informasi hoax,” tandasnya. (ili/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks