alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Insentif Nakes Kemungkinan Dibayar April

MATARAM-Insentif tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Mataram belum juga terbayar sejak September 2020 lalu. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi mengatakan, anggarannya sudah tersedia. “Sekarang uang itu dipergunakan untuk apa itu ada dibahas OPD (organisasi perangkat daerah) terkait rinciannya bersama TAPD,” kata Syakirin, Senin (29/3/2021).

Masing-masing OPD melakukan perhitungan angka yang disepakati. Termasuk penggunaan setelah dilakukan refocusing. Setelah itu ada perubahan penjabaran wali kota. BKD Kota Mataram saat ini menurut Syakirin hanya menunggu sampai semua OPD mengirim hasil refocusing. “Karena belum semua OPD refocusing,” bebernya.

Atas dasar hasil refocusing itu yang juga diajukan ke TAPD. Berapa rincian penggunaan anggaran termasuk insentif Nakes.

Baca Juga :  Dihalangi Warga, TNI-Polri Kawal Pemakaman Pasien Korona di Lombok Tengah

Ditanya apakah insentif para nakes ini bisa dibayar April? Syakirin mengatakan itu sangat tergantung pada kecepatan OPD bekerja dalam menyerahkan rincian refocusing anggaran ke TAPD. “Insya Allah (insentif bisa dibayar April),” katanya.

Syakirin menjelaskan, lambannya pembayaran insentif nakes yang menangani Covid-19 di Kota Mataram akibat kendala kebijakan pemerintah pusat. Awalnya, insentif nakes akan dibayar oleh pemerintah pusat seperti beberapa bulan awal pandemi Korona di tahun 2020.

Namun sejak Bulan September tahun lalu, anggaran insentif dari pusat ternyata tak lagi dikucurkan. Hingga keluarnya PMK Nomor 17 Tahun 2021 akhir Februari. Dalam PMK itu diatur jika insentif nakes dialokasikan melalui APBD.

Baca Juga :  Elpiji di Mataram Sempat Langka, Ini Dia Penyebabnya!

“Inilah penyebabnya. Tapi asal kita bersinergi secara keseluruhan untuk memiliki semangat yang cepat, inysa Allah bisa (pencairan insentif nakes bulan April),” yakinnya.

Hasil rapat TAPD dengan dewan dipaparkan jika delapan persen dari DAU diatur untuk pembayaran insentif nakes, vaksinator dan penunjang Covid-19 lainnya. Jumlahnya mencapai Rp 45 miliar lebih.

“Anggaran Rp 45 miliar inilah yang kami sisir di semua OPD,” terang Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito.

Untuk memenuhi angka ini, TAPD akhirnya melakukan pemotongan perjalanan dinas 50 persen. Kemudian pengadaan tanah yang ditunda, pengadaan gedung di RSUD Kota Mataram dipotong 30 persen, pemotongan anggaran Amdal, pembangunan depo, pembangunan gedung BKPSDM, dan beberapa pengadaan lain. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/