alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Jelang Ramadan, Satpol PP Mataram Gencarkan Operasi Pekat

MATARAM-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram mulai garang jelang Bulan Ramadan. Satpol PP beberapa malam terakhir gencar melaksanakan operasi penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah titik. Satpol PP menyita miras yang tidak mengantongi izin hingga menyasar sejumlah lokasi yang diduga rentan dijadikan tempat asusila.

“Ini merupakan operasi rutin. Kami melakukan penertiban peredaran miras tak berizin di kafe-kafe yang juga menyediakan perempuan untuk pengunjungnya,” terang Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi kepada Lombok Post, kemarin (28/3).

Didapati di sejumlah kafe atau pelaku usaha dan rumah makan banyak yang menjual miras tanpa izin. Mereka tidak mengantongi izin menjual minuman beralkohol namun nekat melakukan tindakan tersebut. Baik yang menjual minuman beralkohol jenis tradisional atau bermerek golongan A,B dan C. Minuman tersebut akhirnya disita dan diamankan para petugas.

Baca Juga :  Pengerjaan Monumen Mataram Metro Molor

“Tujuannya untuk cipta kondisi jelang Ramadan. Kami lakukan penyitaan di tempat,” jelasnya.

Tak hanya itu, Satpol PP juga menyatroni sejumlah penginapan yang rawan dijadikan tempat mesum. Menghidari adanya para penghuni kamar yang melakukan tindak asusila di luar pasangan nikah. “Modus usaha dengan kehadiran perempuan ditujukan untuk pelanggan ini juga menjadi sasaran kami. Ada 10 titik lokasi yang kami datangi,” paparnya.

Dalam beberapahari ke depan, operasi pekat akan terus digencarkan. Namun mengenai jadwalnya, Irwan memilih merahasiakan. “Waktunya dirahasiakan biar nggak bocor duluan,” ucapnya tersenyum.

Diketahui, Bulan Ramadan diperkirakan kurang dari sepekan. Tepatnya antara 2 atau 3 April. Kepala Kemenag Kota Mataram H Muhammad Amin mengatakan pihaknya di Kementerian Agama akan terlebih dulu melakukan rukyatul hilal untuk dasar dilaksanakan sidang isbat penentuan Bulan Ramadan.

Baca Juga :  Global Hub Tak Boleh Disepelekan, Dewan Minta Gubernur Aktif Lobi Pusat

“Beberapa Ormas memang sudah menentukan (Ramadan tanggal 2 April). Tapi kalau kami di Kemenag akan melakukan rukyatul hilan terlebih dulu tanggal 29 Sya’ban. Itu akan dijadikan dasar untuk menentukan dimulainya Bulan Ramadan. Peluang perbedaan (dimulainya Bulan Ramadan dengan Ormas) itu ada,” terangnya. (ton/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/