alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

65 Pasien Korona NTB Meninggal, 34 Orang dari Mataram

MATARAM-Persentase kematian pasien yang positif covid di Kota Mataram kian mengkhawatirkan. Hingga Selasa (30/6) jumlah pasien  korona yang meninggal di NTB 65 orang. Dimana 34 diantaranya berasal dari Mataram.

Dalam siaran pers yang dirilis Gugus Tugas Covid 19 NTB Rabu malam terdapat dua kasus kematian baru dari Mataram. Yakni  pasien nomor 512 berinisial  H, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Kemudian pasien nomor 1244, berinisial  IKA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang.

Lampaui Rata-rata Nasional

Jumlah ini membuat persentase kematian di Kota Mataram sangat tinggi. Hingga 28 Juni, sudah terjadi 511 kasus positif covid. Sebanyak 307 orang sudah dinyatakan negatif; 173 orang masih positif dan sedang menjalani perawatan. Dengan total keseluruhan kasus, persentase kematian pasien positif covid di Kota Mataram sebesar 6,06 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding dengan rata-rata nasional. Hingga 28 Juni, di Indonesia sudah terjadi 54.010 kasus positif covid. Dengan angka kematian mencapai 2.754 orang atau sebesar 5,099 persen.

Baca Juga :  PPKM Mikro Dimulai, Masyarakat Diminta Tetap Beraktivitas

Kata Suwandiasa, pertumbuhan kasus covid di Kota Mataram masih terus terjadi. Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada. Menjalankan protokol pencegahan covid selama masa pandemi. ”Tetap waspada. Jangan lengah. Protokol pencegahan harus terus dijalankan,” kata juru bicara gugus tugas penanganan covid Kota Mataram Nyoman Suwandiasa.

Bukan saja soal angka kematian yang tinggi. Ada indikasi mereka yang meninggal di Kota Mataram murni karena covid. Hanya saja, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram membantahnya.

”Kalau untuk Mataram, itu komorbid semua. Ada penyakit penyerta yang menyebabkan mereka meninggal dunia,” kata Kadikes Kota Mataram dr. H Usman Hadi, kemarin.

Pemprov NTB menyebut ada 13 orang pasien meninggal dunia murni karena covid. Data tersebut dipertanyakan Dikes Kota Mataram. Ia meminta pemprov membuka di mana saja asal wilayah ke-13 pasien tersebut. ”Angka kematian tetap kita laporkan. Datanya jelas. Di sana tertulis soal komorbid,” tuturnya.

Baca Juga :  Gelombang Ganas, Abrasi di Pantai Ampenan Semakin Parah Parah

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, dari 41 orang meninggal per 16 Juni, 13 orang di antaranya meninggal tanpa penyakit komorbid. Mereka meninggal murni karena virus Korona.

”Jadi yang muncul hanya gejala Covid-19, kita tidak menemukan dia hipertensi atau TBC,” katanya.

Kemudian 18 orang pasien meninggal dengan komorbid tunggal, mereka hanya memiliki satu penyakit penyerta seperti diabet, jantung coroner, dan kanker. Sedangkan 10 orang lainnya meninggal dengan banyak penyakit komorbid. Misalnya punya penyakit darah tinggi disertai gula darah, kanker, atau TBC.

Selain itu, jika dilihat dari usia pasien meninggal, 23 orang kaum lansia, usia di atas 50 tahun, tiga orang bayi, sisanya 15 orang merupakan orang dewas, usia 20-50 tahun. ”Angka kematian terbanyak terjadi di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat,” katanya. (dit/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/