alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

65 Pasien Korona NTB Meninggal, 34 Orang dari Mataram

MATARAM-Persentase kematian pasien yang positif covid di Kota Mataram kian mengkhawatirkan. Hingga Selasa (30/6) jumlah pasien  korona yang meninggal di NTB 65 orang. Dimana 34 diantaranya berasal dari Mataram.

Dalam siaran pers yang dirilis Gugus Tugas Covid 19 NTB Rabu malam terdapat dua kasus kematian baru dari Mataram. Yakni  pasien nomor 512 berinisial  H, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Kemudian pasien nomor 1244, berinisial  IKA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang.

Lampaui Rata-rata Nasional

Jumlah ini membuat persentase kematian di Kota Mataram sangat tinggi. Hingga 28 Juni, sudah terjadi 511 kasus positif covid. Sebanyak 307 orang sudah dinyatakan negatif; 173 orang masih positif dan sedang menjalani perawatan. Dengan total keseluruhan kasus, persentase kematian pasien positif covid di Kota Mataram sebesar 6,06 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding dengan rata-rata nasional. Hingga 28 Juni, di Indonesia sudah terjadi 54.010 kasus positif covid. Dengan angka kematian mencapai 2.754 orang atau sebesar 5,099 persen.

Kata Suwandiasa, pertumbuhan kasus covid di Kota Mataram masih terus terjadi. Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada. Menjalankan protokol pencegahan covid selama masa pandemi. ”Tetap waspada. Jangan lengah. Protokol pencegahan harus terus dijalankan,” kata juru bicara gugus tugas penanganan covid Kota Mataram Nyoman Suwandiasa.

Bukan saja soal angka kematian yang tinggi. Ada indikasi mereka yang meninggal di Kota Mataram murni karena covid. Hanya saja, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram membantahnya.

”Kalau untuk Mataram, itu komorbid semua. Ada penyakit penyerta yang menyebabkan mereka meninggal dunia,” kata Kadikes Kota Mataram dr. H Usman Hadi, kemarin.

Pemprov NTB menyebut ada 13 orang pasien meninggal dunia murni karena covid. Data tersebut dipertanyakan Dikes Kota Mataram. Ia meminta pemprov membuka di mana saja asal wilayah ke-13 pasien tersebut. ”Angka kematian tetap kita laporkan. Datanya jelas. Di sana tertulis soal komorbid,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, dari 41 orang meninggal per 16 Juni, 13 orang di antaranya meninggal tanpa penyakit komorbid. Mereka meninggal murni karena virus Korona.

”Jadi yang muncul hanya gejala Covid-19, kita tidak menemukan dia hipertensi atau TBC,” katanya.

Kemudian 18 orang pasien meninggal dengan komorbid tunggal, mereka hanya memiliki satu penyakit penyerta seperti diabet, jantung coroner, dan kanker. Sedangkan 10 orang lainnya meninggal dengan banyak penyakit komorbid. Misalnya punya penyakit darah tinggi disertai gula darah, kanker, atau TBC.

Selain itu, jika dilihat dari usia pasien meninggal, 23 orang kaum lansia, usia di atas 50 tahun, tiga orang bayi, sisanya 15 orang merupakan orang dewas, usia 20-50 tahun. ”Angka kematian terbanyak terjadi di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat,” katanya. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks