alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Pembagian Bantuan JPS untuk Warga Mataram Molor Lagi

MATARAM-Penyaluran jaring pengaman sosial (JPS) tahap kedua dan ketiga kembali molor. ”Kita mau selesaikan dulu untuk tahap pertama. Yang ada tambahan dari usulan kelurahan itu,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, kemarin.

Pemkot sebelumnya menargetkan pendistribusian JPS tuntas pada bulan ini. Tahap kedua akan dibagikan pertengahan Juni. Tahap ketiga didistribusikan pada akhir Juni.

Namun, seperti yang sudah-sudah, target tersebut tidak bisa direalisasikan pemkot. Hingga Juni berakhir, distribusi JPS tahap kedua dan ketiga. Pemkot seperti mengulangi pendistribusian JPS di tahap pertama, yang hingga sekarang belum juga tuntas.

Kata Mahmuddin, sebelum masuk ke tahap kedua dan ketiga, pemkot ingin menyelesaikan pendistribusian JPS untuk tahap pertama. Masih ada kekurangan sebanyak 12.745 kepala keluarga (KK).

”Itu mau dituntaskan dulu. Baru tahap dua dan tiga,” tuturnya.

Mengenai pendistribusian JPS tahap dua dan tiga, Pemkot Mataram kembali mengeluarkan janji baru. Penyalurannya ditargetkan tuntas pada pertengahan Juli nanti. ”Pertengahan Juli itu harus sudah selesai semua,” kata Mahmuddin.

Jumlah penerima bantuan JPS bertambah. Totalnya menjadi menjadi 32.548 KK. Jika dihitung berdasarkan penerima JPS tahap pertama, yang sebanyak 19.803 KK, terdapat penambahan 12.745 KK. Bertambahnya penerima, disebut Mahmuddin, berasal dari usulan di tingkat kelurahan.

Jumlah usulan baru mencapai 17.170 KK. Tapi, setelah Dinas Sosial melakukan verifikasi dan validasi, usulan yang diterima hanya 10.470 KK. Jumlah ini yang nantinya akan mendapat SK dari Wali Kota Mataram sebagai penerima JPS.

”Ini SK kelima. Kalau sudah keluar, penerima sebanyak 32.548 KK sudah final,” ujarnya.

Penerima tambahan tidak saja memperoleh JPS untuk tahap kedua dan ketiga. Bantuan tahap pertama, untuk April lalu, juga akan diberikan. Pendataan sudah rampung dilakukan. Langkah selanjutnya, Inspektorat akan melakukan review terhadap calon penerima.

”Jadi tetap menerima bantuan di tahap pertama. Meskipun nama mereka masuk belakangan. Itu yang akan kita selesaikan dulu,” kata Mahmuddin.

Dengan bertambahnya penerima JPS, uang yang digelontorkan untuk tiga tahap menjadi Rp25,8 miliar. Membengkak dari kebutuhan semula, sebesar Rp20,6 miliar. Jika berpatokan pada rencana penerima awal sebanyak 26 ribu KK.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, bantuan JPS hanya diberikan hingga Juni. ”Kita sesuaikan dengan bantuan yang diberikan provinsi. Yang juga cuma sampai Juni,” kata Ahyar. (dit)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks