alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Kabar Baik, Tiga PDP di RSUD Kota Mataram Negatif Korona

MATARAM-Lima pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Kota Mataram bisa kembali pulang ke rumah, kemarin. ”Satu orang itu sudah keluar swabnya. Hasilnya negatif,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, kemarin.

Hingga akhir pekan kemarin, sudah ada delapan PDP yang masuk ke RSUD Kota Mataram. Seluruhnya telah dilakukan pengambilan swab. Untuk dicek di laboratorium. Memastikan apakah mereka terpapar virus korona atau tidak.

Dokter Jack, sapaan karibnya mengatakan, tiga dari delapan PDP sudah keluar hasil swabnya. Yakni negatif. Dua orang telah dipulangkan pekan lalu dan satu orang baru keluar dari RS kemarin.

”Untuk yang PDP Dasan Agung, itu belum keluar hasilnya. Tapi swabnya sudah dikirim, tinggal menunggu saja,” kata dr. Jack.

Adapun empat orang sisanya, kata Kabid Pelayanan Medis RSUD Kota Mataram dr. Emirald Isfihan, masih menunggu hasil dari pengecekan laboratorium. Meski begitu, berdasarkan pemeriksaan medis, empat orang dinyatakan telah sembuh.

Mereka tidak lagi menunjukkan gejala sakit. Sehingga RSUD Kota Mataram memutuskan untuk memperbolehkan mereka pulang ke rumah. ”Iya dipulangkan hari ini (kemarin), karena memang mereka sudah sehat semua,” kata Emirald.

Emirald mengatakan, keempat orang tersebut memang boleh pulang. Tapi RSUD Kota Mataram meminta mereka untuk melakukan isolasi mandiri dulu. Selama 14 hari. Di rumah masing-masing.

Alasannya, hasil tes swab milik keempatnya belum keluar. ”Protapnya begitu. Kalau sehat, walaupun hasil swab belum keluar, bisa pulang dari RS. Tapi, di rumah jangan kemana-mana. Sampai 14 hari atau setidaknya sampai hasil tes keluar dan hasilnya negatif,” bebernya.

Untuk diketahui, hingga Sabtu, 28 Maret, RSUD Kota Mataram menerima delapan PDP. Dari jumlah tersebut, satu orang asal Dasan Agung meninggal dunia. Namun hasil swabnya masih menunggu untuk mengetahui apakah positif atau tidak.

Kemudian, rincian untuk tujuh orang lainnya adalah tiga orang sudah dinyatakan negatif. Empat sisanya, meski belum ada hasil swab, namun boleh tetap pulang karena sudah sehat.

Setelah delapan PDP ini, RSUD Kota Mataram menerima tiga PDP baru lagi.  Kata Emirald, dua orang PDP datang di Minggu 29 Maret. Sementara satu orang lagi merupakan pasien rujukan dari RS swasta di Kota Mataram.

”Itu yang dirawat di RSUD. Sudah masuk di ruang isolasi semuanya,” tandas Emirald.

Sementara itu Humas RSUD Kota Lalu Hardimun mengatakan, untuk ruang pasien PDP dilakukan pengawasan cukup ketat. Tidak hanya pasien, namun tenaga medis juga yang datang ke ruang isolasi harus sesuai SOP. Menggunakan alat pelindung diri (ADP) lengkap. “Ruang pasien PDP di Gedung Graha Mentaram,” ungkapnya.

Satu Warga Selagalas PDP

Sementara itu, seorang pasien jamaah tablig yang baru pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan diisolasi di RSUD Kota Mataram. Jamaah dari Lingkungan Selagalas ini kabarnya mengidap batuk, pilek, dan sesak. “Minggu (29/3) kita bawa ke rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr H Usman Hadi pada Lombok Post, kemarin (30/3).

Diungkapkan, pasien baru pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan mengikuti ijtima Ulama Dunia Zona Asia di Gowa. Sebelum dirujuk ke RSUD Kota Mataram kata Usman, pasien mendapat perawatan di puskemas. Namun sejak Minggu (29/3) pasien dibawa ke RSUD Kota Mataram untuk penanganan lebih lanjut. “Kita lakukan perawatan,” ujar dia. “Positif tidaknya, kita belum tahu. Harus melalui hasil Swab,” imbuhnya.

Lurah Selagalas Yusrin belum tahu pasti ada warganya berstatus PDP. Namun ia juga sempat mendapat informasi bahwa ada warganya yang statusnya PDP. “Siapa yang PDP kita belum tahu,” ujarnya.

Diakuinya, Kelurahan Selagalas salah satu wilayah di Kota Mataram yang paling banyak ODP (orang dalam pengawasan). Tercatat ada 35 ODP di Kelurahan Selagalas. Baik itu yang datang dari luar negeri maupun luar daerah. “Ini terus kita awasi,” ujarnya.

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke tempat ibadah dan lingkungan di Kelurahan Selagalas. Saat ini kata dia, pihaknya harus melakukan revisi penggunaan dana kelurahan. Anggaran paling besar fokus untuk penanganan covid-19. “Setiap minggu tetap kita lakukan penyemprotan disinfektan,” ungkap Yusrin. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks