alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Sindikat Curanmor di Lotim Terbongkar, 24 Motor Hasil Curian Disita

SELONG – Dua orang tersangka  pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tiga penadah berhasil diringkus tim Puma Satreskrim Polres Lotim. Bersama para tersangka, 24 unit sepeda motor hasil curian berhasil disita. “Beberapa di antara pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama,” kata Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio pada konferensi pers yang digelar Kamis (30/1).

Tersangka penadah berinisial LHJ, 40 tahun, dari Kecamatan Suralaga merupakan asal mula penangkapn. Kata Tunggul, LHJ diringkus saat melakukan transaksi penebusan sepeda motor curian pada 24 Juli lalu.

“Informasi itu kami dapatkan atas peran Babinsa yang berkoordinasi dengan Babinkamtibmas,” jelasnya sekaligus menerangkan kehadiran Dandim 16/15 Lotim Letkol Inf Agus Prihanto Donny pada konferensi pers tersebut.

Tertangkapnya LHJ menghadirkan dua pelaku curanmor yang menjadi eksekutor  setiap motor yang dipesan. Mereka adalah EP, 40 tahun dari Kecamatan Sikur dan M, 44 tahun dari Kecamatan Masbagik. Tunggul melanjutkan, hasil pengembangan dari LHJ, EP, M, pada Rabu malam (29/7) lalu, pihaknya berhasil menangkap dua penadah lainnya di Sembalun.

Baca Juga :  Wali Kota Mataram Kerahkan Seluruh OPD untuk Sukseskan WSBK Mandalika

Kedua penadah tersebut berinisial R, 50 tahun, dan E, 38 tahun. Keduanya penadah motor curian kawakan di Lotim itu berasal dari Kecamatan Sembalun. Selain 24 unit sepeda motor, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa sebuah tang besar pemotong gembok, cukit, 9 mata kunci leter T, dan dua buah kunci leter T. “Ini peralatan yang digunakan pelaku saat beraksi,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Lotim AKP Daniel P Simangunsong menerangkan, ketiga penadah tersebut merupakan pemain lama. Mereka berjejaring dan biasanya memesan sepeda motor yang dibutuhkan. “Ini baru dua pemetik yang kami tangkap. Berdasarkan keterangan tersangka, masih ada lagi,” jelas Daniel.

Sebagai pemain lama, ketiga penadah ini juga dikatakan memiliki sebuah sorum khusus dalam memperjualbelikan sepeda motor hasil curiannya. Ia menduga, sebelumnya, barang tersebut tidak hanya diperjualbelikan di Lombok. Tapi juga sampai ke pulau Sumbawa. “Ini karena sedang Covid-19 saja. Dulu-dulu pastinya dioper ke sana,” terang dia.

Baca Juga :  Lalu Zohri Mengenang Bob Hasan : Beliau Saya Anggap Seperti Bapak Sendiri

Dari ke 24 unit sepeda motor yang saat ini ada di Mapolres Lotim, kata Daniel, baru 7 unit sepeda motor yang sudah bisa diidentifikasi identitasnya. Sisanya sudah mengalami penambalan pada nomor rangka dan mesin. Selain itu, Daniel juga memastikan, dari pelaku yang saat ini dalam pengejaran, masih ada sepeda motor curian yang bisa segera diselamatkan. “Masih ada puluhan motor lagi,”  jelasnya. (tih/r2)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/