MATARAM-Eksekutif dan legislatif sepakat mengubah nama bandara. Bandara Internasional Lombok (BIL) diubah menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). ”Sebagai warga NTB sepatutnya kita bangga memiliki satu-satunya pahlawan nasional,” kata Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda, saat membuka rapat paripurna DPRD NTB, kemarin (29/1).
Isvie mengatakan, perubahan nama bandara bertujuan nilai-nilai kepahlawanan TGKH Zainuddin Abdul Madjid diteladani generasi muda. ”Perjuangan sang pahlawan bisa diteladani generasi selanjutnya,” kata Isvie.
Dia mengakui, perubahan nama bandara menimbulkan pro kontra di tengah masyaraat. DPRD NTB sendiri melakukan rapat-rapat konsultasi secara terus menerus dan komprehensif.
Rekomendasi dibacakan Wakil Ketua DPRD H Muzihir. Dalam rapat paripurna, dia meminta gubernur NTB melakukan sosialisasi atas keputusan tersebut. ”Mencegah terjadinya tindakan anarkis dari pihak yang tidak bertanggungjawab yang dapat mengganggu kemananan,” katanya.
Pemprov diminta segera melakukan koordinasi dengan Pemda Lombok Tengah, PT Angkasa Pura I, dan maskapai penerbangan. ”Pemerintah daerah harus menjaga kondusivitas daerah,”katanya.
Atas rekomendasi itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyambut baik perubahan nama bandara itu. BIZAM akan menjadi ikon infrastruktur monumental NTB. ”NTB adalah milik dan rumah kita bersama, apa saja yang membawa kebanggaan milik kita semua,” katanya.
Ia mencontohkan, Lalu Muhammad Zohri, atlet dari Lombok Utara juga merupakan kebanggaan NTB. KEK Mandalika di Lombok Tengah juga milik bersama. ”Begitu juga dengan ikon dan tokoh-tokoh yang membawa kebaikan adalah bagian dari kita,” katanya.
Zul mengaku, selanjutnya, pemprov akan melakukan sosialisasi dan bertemu para tokoh di Lombok Tengah. ”Kita ingin NTB tetap aman dan kondusif,” katanya. (ili/r5)
Editor : Redaksi Lombok Post