Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Okupansi Hotel di Mataram Naik di Bulan Agustus

Redaksi Lombok Post • Selasa, 29 Agustus 2023 | 22:18 WIB

MEGAH: Salah satu hotel di Mataram, beberapa waktu lalu.(IVAN/LOMBOK POST)
MEGAH: Salah satu hotel di Mataram, beberapa waktu lalu.(IVAN/LOMBOK POST)
LOMBOKPOST-Okupansi hotel Kota Mataram mengalami kenaikan di bulan ini. Hal tersebut dirasakan oleh para pengusaha hotel yang tergabung dalam Asosiasi Hotel Mataram (AHM). Tak hanya itu, sejumlah hotel berbintang di Mataram juga sudah mulai menerima pesanan di kamar menjelang event MotoGP di Bulan Oktober mendatang

"Semua teman-teman di Asosiasi Hotel Mataram mengalami kenaikan okupansi (bulan ini). Sekarang minimal 50-60 persen. Sebelumnya hanya 25-30 persen," terang Wakil Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Made Agus Ariana.

Meningkatnya okupansi hotel karena Bulan Agustus memang menjadi waktu high season. Tak hanya di Mataram, beberapa hotel yang ada di Lombok Barat, Lombok Tengah hingga Lombok Utara juga ramai di bulan ini. Peningkatan okupansi hotel didominasi oleh tamu dari kalangan wistawan luar negeri atau Nusantara yang berlibur. Kemudian ada juga instansi atau organisasi yang memang sengaja memilih mengadakan kegiatan di Mataram umumnya Pulau Lombok.

Agus menambahkan, para pengusaha hotel kini juga tengah mempersiapkan diri menghadapi event MotoGP di Bulan Oktober mendatang. "Kami juga dapat informasi dari teman-teman hotel sudah banyak pemesanan untuk event MotoGP. Mudahan tidak ada lagi forje majeure," harapnya.

Beberapa hotel di Mataram sudah mulai menerima pesanan kamar untuk MotoGP dengan okupansi di tanggal pelaksanaan mencapai 80-90 persen. Bahkan ada yang sudah full booking. Sementara terkait aturan batas atas harga kamar hotel sesuai Pergub, Agus mengaku belum bisa mengakses ke pelaku hotel berapa harga kamar yang dijual.

"Itu karena mereka punya dapur masing-masing. Kami hanya bisa mengimbau (untuk menaati Pergub)," ucapnya.

Hanya saja ia mengatakan jika di kota lain di dunia, ketika ada event taraf internasional pun memang kondisi kamar hotel pasti akan mengalami kenaikan. "Memang seperti itu (kenaikan harga) karena hukum pasar," jelasnya.

Yang terpenting menurut Owner Hotel Sunwood Arianz tersebut, apa yang dijual pajaknya ril masuk ke Pemkot Mataram. Pemerintah sendiri melalui BKD sudah mengantisipasi dengan pemasangan taping box. Sehingga terkoneksi dengan sistem yang ada di hotel. Ini akan membuat pelaku hotel membayar pajak sesuai aturan.

Terpisah, Food and Baverage Hotel Golden Palace Reza Pahlevi menyampaikan jika bulan ini okupansi masih disekitaran 58 persen. Namun untuk event MotoGP Oktober mendatang, okupansi sudah mencapai 90 persen.

"Persiapan MotoGP sudah 90 persen. Kamar sisa hanya lima saja dari 198 kamar. Kami juga akan mempersiapan internal yang akan kita sajikan dan tampilkan untuk tamu kita nanti," ucapnya.

Pihak Hotel Golden Palace akan memberikan layanan spesial utuk tamu penonton MotoGP nanti. Mulai suasana hotel, makanan dan pelayanannya. (ton/r3)

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#MotoGP #MotoGP Mandalika #Asosiasi Hotel Mataram #okupansi hotel #Lombok