”Meubelernya sudah datang,” kata Kepala SMPN 10 Mataram Chamim Tohari, kemarin.
Diutarakan, pengerjaan ruang Laboratorium TIK baru mencapai 75 persen. Proyek ini dikerjakan selama tiga bulan mulai Agustus hingga akhir Oktober mendatang.
”Selain Laboratorium TIK, kami juga mendapat bantuan toilet untuk siswa,” ujar Chamim.
Dia merincikan, bantuan ruang Laboratorium TIK yang luasnya 12x9 meter dilengkapi dengan meja dan kursi sebanyak 34 set. Selain ada paket komputer beserta proyektor untuk pembelajaran berbasis digitalisasi dengan paradigma baru. ”Ini akan mendukung pembelajaran anak-anak kita,” ucapnya.
Dia menyebutkan, komputer, proyektor, dan perangkat lunak lainnya yang menjadi paket bantuan laboratorium TIK akan datang menyusul. Sebagai sekolah penggerak ia berharap bisa melayani siswa dengan fasilitas yang ada.
Sehingga masyarakat di sekitar Ampenan tidak perlu jauh-jauh menyekolahkan anaknya karena sarana prasarana di sekolah cukup lengkap untuk mengembangkan potensi anak. ”Lab TIK juga akan dimanfaatkan untuk ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer),” terangnya.
Diutarakan, ruang Laboratrium TIK ini belum bisa dimanfaatkan untuk ANBK tahun ini karena waktunya cukup mepet. Namun demikian ia memastikan gedung ini akan dimanfaatkan untuk pembelajaran digitalisasi setelah rampung. ”Tahun depan baru kita mulai bisa memafaatkan untuk ANBK,” jelasnya.
Ia juga berterima kasih kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram yang telah memfasilitasi sarana prasarana sebagai sekolah penggerak dengan memberikan bantuan sanitasi di sekolah. ”Fasilitas di sekolah sekarang cukup lengkap,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post