LombokPost-Seorang pria berinisial R,39, yang diduga melakukan aksi pemerkosaan terhadap putri kandungnya yang berusia 15 tahun.
Atas perbuannya, R, kini telah tangkap aparat kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, setelah sebelumnya kabur melarikan diri ketika hendak diamankan.
Terkait kasus ini, Kepala Satreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama di menyampaikan bahwa aksi rudapaksa ini terungkap dari adanya laporan pihak keluarga korban.
"Atas perintah ibu kandung korban yang menjadi pekerja migran di Arab Saudi, bibi korban lapor ke Polresta Mataram," kata Yogi dikutip dari Jawa Pos, Senin (6/5).
Sejurus kemudian, Bibi korban pun melaporkan kasus ini ke kepolisian pada (4/4).
Atas laporan itu, pihak kepolisian melakukan visum terhadap korban dan menemukan bukti yang mengarah pada perbuatan rudapaksa.
Usai mendengar pengakuan korban bahwa hasil visum yang menyebutkan ada luka sobek pada kemaluan, kepolisian kemudian menelusuri keberadaan pelaku.
Namun, saat tim kepolisian hendak menjemput pelaku di kediamannya di wilayah Ampenan, Kota Mataram, pelaku terungkap kabur ke Kabupaten Sumbawa.
Mengetahui keberadaan pelaku di Sumbawa, pihak Polresta Mataram berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sumbawa untuk menelusuri keberadaan pelaku.
"Setelah keberadaan pelaku diketahui, tim dari Polresta Mataram langsung berangkat ke Sumbawa dan berhasil menangkap pelaku hari ini dengan dukungan tim dari Satreskrim Polres Sumbawa," ujarnya.
Lebih lanjut, Yogi mengungkapkan bahwa pelaku kini telah diamankan di Polresta Mataram.
Pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku terungkap melakukan aksi rudapaksa terhadap korban yang merupakan putri keduanya ini sebanyak dua kali pada akhir April dan awal Mei 2024.
"Jadi, sepekan setelah ibu kandung korban berangkat ke Arab Saudi pada akhir April 2024, pelaku melancarkan aksi terhadap korban di rumahnya," ucap dia. (hiu)
Editor : Prihadi Zoldic