Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wajah Tampak Lebih Parah, Jokowi Rupanya Alami Permasalahan Kulit Ini Setelah Kunjungi Vatikan, Ajudan: Muncul di Kulitnya…

Fratama P. • Selasa, 24 Juni 2025 | 20:55 WIB
Kondisi terkini wajah mantan presiden Jokowi
Kondisi terkini wajah mantan presiden Jokowi

LombokPost - Belakangan ini, nama Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan di media sosial dan tak jarang menjadi target berbagai kritik dan ujaran kebencian.

Komentar terhadap Jokowi pun tidak kenal asal baik yang berdasarkan fakta maupun disinformasi. 

Namun, di sisi lain, banyak pula masyarakat yang bersimpati pada Jokowi, merasa bahwa mantan presiden ini terlalu sering menjadi sasaran tanpa membalas tindakan tersebut.

Baru-baru ini, Jokowi bahkan menghadapi tudingan berlebihan mengenai kondisi kesehatannya. 

Isu ini mencuat setelah Jokowi terlihat dengan beberapa ruam di kulitnya, yang kemudian memicu spekulasi bahwa ia menderita penyakit Stevens-Johnson. 

Sebagai informasi, Stevens-Johnson Syndrome adalah reaksi hipersensitivitas kulit dan selaput lendir yang langka dan serius, biasanya dipicu oleh obat-obatan atau infeksi.

Menanggapi berbagai komentar negatif tersebut, Kompol Syarif Muhammad, ajudan Jokowi, akhirnya memberikan klarifikasi. 

Syarif menjelaskan bahwa setelah kunjungan ke Vatikan, Jokowi memang mengalami reaksi alergi kulit yang menyebabkan munculnya ruam dan bekas. 

Ia menegaskan bahwa kondisi yang dialami oleh Jokowi ini sama sekali tidak berbahaya dan tidak menular. 

Sebagai bukti, Syarif menyebutkan bahwa Ibu Iriana Jokowi tetap dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.

“Enggak, enggak menular itu (alergi kulit Jokowi),” tutur Syarif.

Syarif juga mengatakan bahwa Jokowi masih tetap melakukan aktivitasnya dan berinteraksi dengan keluarganya tanpa adanya penularan.

Penyakit kulit atau alergi yang diderita Jokowi itu pun sama sekali tidak menghambat aktivitas dan kegiatannya.

Syarif juga mengatakan dengan keadaan tersebut, Jokowi pun masih bisa melakukan olahraga ringan dan bersepeda dengan cucunya.

“Aktivitas sehari-hari tidak terganggu, kemarin sempat bersepeda, main sama cucu, lalu kami juga sempat sarapan bareng sama beliau. Jadi sama sekali tidak mengganggu aktivitas,” lanjutnya.

Dalam beberapa hari ini, Jokowi juga masih melayani warga yang berdatangan ke rumahnya di Jalan Kutai Utara Nomor 1 Sumber, Banjarsari, Solo, untuk melayani permintaan foto-foto warga.

“Namun ada yang mungkin belum tahu secara langsung, hanya melihat di layar TV karena mungkin muncul di kulit beliau. Jadi banyak yang bertanya (alergi kulit yang dialami Jokowi),” jelas dia.

Syarif juga membantah tudingan yang menyebutkan jika Jokowi terkena sindrom Steven Johnson atau penyakit autoimun.

Lebih lanjut, alergi yang timbul dan dirasakan Jokowi saat ini lantaran perbedaan cuaca antara Indonesia dan Vatikan.

Namun saat ini, reaksi alergi yang tengah dialami oleh Jokowi sudah mendapatkan penanganan oleh dokter.

“Sudah, sudah (ditangani dokter),” katanya.

Bahkan kabar mengenai Jokowi yang dilarikan ke Jepang pun juga turut dibantah oleh ajudannya.

“Wah hoax itu, nggak benar itu, enggak lah. Alergi biasa,” tutur dia. 

Alergi yang dialami oleh Jokowi juga merupakan reaksi yang biasa dan bukan tergolong autoimun.

“Enggak, enggak sampai ke sana,” terangnya.

Untuk saat ini, Jokowi dikabarkan sudah membaik dan tetap mendapat pemantauan dari dokter untuk alerginya.

“Kondisinya (Jokowi) sudah mulai membaik. Pekan kemarin beliau sempat sepedaan, car free day, jadi secara fisik beliau sangat-sangat fit, hanya saja mungkin alergi. Jadi ya muncul di kulitnya beliau,” pangkasnya.***

Editor : Fratama P.
#penyakit #wajah #Jokowi #kulit