Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DLH Mataram Intensifkan Perantingan Pohon, Mitigasi Risiko Bahaya

Sanchia Vaneka • Rabu, 16 Juli 2025 | 09:31 WIB
Photo
Photo


LombokPost – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram makin intensif melakukan perantingan pohon di seluruh wilayah kota. Kegiatan rutin ini dilakukan baik saat terik maupun hujan. Langkah proaktif ini diambil untuk mitigasi risiko pohon tumbang atau dahan patah yang berpotensi membahayakan warga dan fasilitas umum.

Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi menjelaskan bahwa pihaknya tak segan melakukan penebangan pohon jika kondisi sudah membahayakan.

"Kami terus melakukan perantingan dan penebangan pohon yang berpotensi membahayakan. Misalnya, di depan Hotel Santika, kami potong karena pohonnya sudah mati. Kami tidak mau ambil risiko jika nanti malah jatuh ke jalan dan mencelakai pengguna jalan atau merusak fasilitas," ujar Denny, Selasa (15/7).

Strategi Perantingan Pohon Berdasarkan Lokasi

DLH Mataram menerapkan pendekatan berbeda dalam penanganan pohon berdasarkan lokasinya.

Misalkan di jalan protokol. Untuk pohon pelindung berbatang kuat dan besar di jalan-jalan protokol, DLH menyewa tenaga ahli eksternal yang dilengkapi peralatan dan keahlian khusus. Ini memastikan pekerjaan berjalan efektif dan aman di area padat lalu lintas.

Sedangkan jalan permukiman. Pohon-pohon di area permukiman yang berinteraksi langsung dengan warga ditangani langsung oleh tenaga internal DLH Kota Mataram yang sudah terlatih.

Pohon-pohon yang masih sehat akan diranting secara berkala untuk menjaga keseimbangan dan keindahan tajuknya. Namun, pohon yang sudah mati atau kering akan ditebang total untuk menghilangkan potensi bahaya serius.

DLH Mataram juga melayani permintaan khusus pemotongan pohon dari masyarakat. Untuk pohon hidup yang diminta ditebang, ada perhitungan biaya khusus.

"Kalau ada permintaan pemotongan pohon yang masih hidup dari warga, itu ada perhitungannya tersendiri. Biayanya lumayan besar, karena ini juga termasuk upaya penggantian dengan bibit pohon baru," terang Denny.

Biaya penggantian ini bisa dalam bentuk uang, di mana DLH akan membelikan bibit pohon baru yang sesuai, atau masyarakat dapat membeli serta menyediakan bibit pohon sendiri. Ini merupakan komitmen DLH untuk menjaga keberlanjutan penghijauan kota.

Berkat upaya rutin ini, Denny memastikan kondisi pohon di jalan protokol Mataram saat ini sangat baik.

"Saya pastikan, menurut data yang kita pegang itu 90 persen pohon di jalan protokol kita sehat semua. Tinggal kami rawat dan diramping saja secara berkala agar tidak terlalu berat dan aman bagi semua," imbuhnya.

Pasca-banjir besar di Mataram, DLH juga bergerak cepat melakukan perantingan dan pemangkasan intensif pada pohon-pohon yang terdampak.

"Kami mendapat permintaan khusus dari warga Karang Kemong untuk menebang dua pohon yang posisinya berada di atas bronjong yang sudah mulai rusak dan mengarah ke sungai. Ini menjadi prioritas karena ada risiko struktur bronjongnya rusak lebih parah," jelas Denny.

Dia menambahkan, sebagian besar pohon yang tumbang atau roboh saat kejadian banjir adalah jenis pohon bambu yang akarnya tumbuh ke arah sungai, sehingga mudah tergerus dan tumbang saat volume air meningkat. (chi)

Editor : Jelo Sangaji
#DLH MATARAM #Mataram #Pohon Tumbang