Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Fenomena Langit Paling Memukau, Mengapa Kita Bisa Melihat Hujan Meteor?

Nurul Hidayati • Senin, 6 Oktober 2025 | 14:51 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Tidak perlu teleskop mahal atau mendaki gunung tinggi. Untuk menyaksikan pesta "kembang api" paling spektakuler di alam semesta.

Hanya butuh kantong tidur hangat, jam alarm di tengah malam, dan halaman belakang rumah sendiri!

Inilah yang disebut Hujan Meteor, sebuah pertunjukan cahaya yang disajikan gratis oleh alam.

Apa Sebenarnya Meteor Itu?

Sebelum membahas hujan meteor, mari kenali pelakunya. Meteor adalah sebutan untuk batuan luar angkasa atau meteoroid yang memasuki atmosfer Bumi.

Saat batuan ini jatuh ke arah Bumi, gesekan atau hambatan dari udara membuat permukaannya menjadi sangat panas.

Apa yang kita saksikan sebagai "bintang jatuh" yang terang bukanlah batuan itu sendiri, melainkan udara yang berpijar panas karena dilalui oleh batuan panas yang melesat kencang.

Ketika Bumi bertemu dengan sejumlah besar meteoroid sekaligus, fenomena itulah yang kita sebut Hujan Meteor.

Mengapa Bumi Bertemu Begitu Banyak Batuan Sekaligus?

Penyebab Hujan Meteor adalah komet. Komet juga mengorbit Matahari, tetapi tidak seperti planet yang orbitnya hampir melingkar, orbit komet biasanya sangat lonjong atau "miring".

Saat komet mendekat ke Matahari, permukaannya yang mengandung es akan mendidih, melepaskan banyak partikel debu dan batuan. Puing-puing komet ini kemudian tersebar di sepanjang jalur orbitnya.

Beberapa kali dalam setahun, dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, orbit Bumi secara kebetulan memotong jalur orbit komet tersebut. Ibaratnya, Bumi melaju menabrak tumpukan puing-puing sisa komet.

Namun, tidak perlu khawatir! Meteoroid ini umumnya sangat kecil mulai dari seukuran debu hingga sebesar batu.

 Mereka hampir selalu terbakar habis di atmosfer kita. Inilah yang membuat fenomena Hujan Meteor aman, sekaligus menyajikan pertunjukan cahaya yang indah di tengah malam!

Tips Menonton "Bintang Jatuh"

Ketika terjadi hujan meteor, pijaran cahaya bisa muncul di mana saja di langit, tetapi jika kita menarik garis lurus dari ekornya, semua garis itu seolah-olah mengarah kembali ke satu titik yang sama di langit. Efek ini disebabkan oleh perspektif, mirip dengan rel kereta api yang terlihat menyatu di kejauhan.

Ilustrasi Meteor Jatuh NASA
Ilustrasi Meteor Jatuh NASA

Hujan meteor diberi nama berdasarkan rasi bintang (konstelasi) tempat meteor-meteor itu seolah-olah berasal.

Contohnya, Hujan Meteor Orionid yang terjadi setiap Oktober dinamai demikian karena meteornya tampak berasal dari rasi bintang Orion (Sang Pemburu).

Ingat: Untuk melihat Hujan Meteor dengan jelas, perlu menghindari malam dengan bulan purnama atau bulan yang hampir purnama, karena cahayanya akan menutupi pijaran meteor yang redup. Jadi, rencanakan waktu berburu bintang jatuh!

Editor : Siti Aeny Maryam
#alam #atmosfer #meteor #jatuh #Bumi #Hujan