Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disebut Pakai Air Bor, AQUA Akhirnya Klarifikasi Soal Sumber Air yang Digunakan

Fratama P. • Jumat, 24 Oktober 2025 | 07:15 WIB
Klarifikasi Aqua soal air sumur di video Dedi Mulyadi
Klarifikasi Aqua soal air sumur di video Dedi Mulyadi

LombokPost - Isu mengenai sumber air yang digunakan oleh produsen air minum kemasan (AMDK) terkemuka, Aqua, mencuat ke permukaan dan menjadi viral di media sosial.

Kontroversi ini bermula dari kunjungan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Demul), ke salah satu pabrik Aqua di Kabupaten Subang.

Saat sidak tersebut, Dedi Mulyadi sempat terkejut dan mendokumentasikannya di kanal YouTube ketika seorang petugas pabrik Aqua mengonfirmasi bahwa air baku diambil melalui pengeboran dari dalam tanah pada kedalaman tertentu, bukan dari mata air yang mengalir di permukaan, yang ia bayangkan.

"Airnya dari bawah tanah, bukan air permukaan. Ambil sumbernya dari dalam, dibor... Jadi ini bukan air mata air," ujar pegawai tersebut, membuat Dedi menyebutnya sebagai 'sumur pompa dalam'.

Temuan ini kemudian memicu dugaan warganet bahwa Aqua menggunakan air sumur bor biasa, bertentangan dengan citra "air pegunungan murni" yang selama ini diiklankan.

Aqua Tegas Membantah: Sumber Air Akuifer Dalam

Menanggapi tudingan yang meresahkan publik tersebut, Aqua segera angkat bicara melalui pernyataan resmi di situsnya, yang dikutip pada Kamis (23/10).

Pihak Aqua secara tegas membantah isu penggunaan air sumur bor biasa.

"Tidak benar. Kami memastikan menggunakan air dari akuifer dalam yang merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan," jelas manajemen Aqua.

Perusahaan memberikan klarifikasi teknis yang lebih mendalam: Air yang dikemas Aqua berasal dari 19 sumber pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Air ini bukan berasal dari air permukaan atau air tanah dangkal, melainkan dari akuifer dalam lapisan air tanah alami yang jenuh air dengan kedalaman mencapai 60 hingga 140 meter.

Aqua menekankan bahwa air dari sumber tersebut terlindungi secara alami oleh lapisan kedap air (lapisan pelindung).

Perlindungan ini diklaim menjamin air bebas dari kontaminasi aktivitas manusia di permukaan dan, yang terpenting, tidak mengganggu penggunaan air masyarakat sekitar.

Bahkan, perusahaan menyebutkan bahwa di beberapa titik, sumber air yang mereka kelola bersifat self-flowing atau mengalir secara alami ke permukaan.

Landasan Ilmiah dan Komitmen Transparansi

Proses pemilihan dan pengambilan air baku ini diklaim telah melalui prosedur seleksi dan kajian ilmiah yang ketat oleh para ahli dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Hasil studi hidrogeologi dari UGM dan Unpad ini berfungsi sebagai landasan ilmiah yang mengonfirmasi bahwa sumber air yang digunakan Aqua tidak bersinggungan dengan air yang dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Setiap penetapan titik sumber air telah melalui kajian mendalam untuk memastikan minimnya dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Guna menjaga kemurnian air yang diekstrak dari akuifer pegunungan, Aqua menerapkan sistem pengemasan otomatis yang higienis dan bebas dari sentuhan tangan manusia.

Proses ini meliputi pengaliran air melalui pipa stainless food-grade, pengolahan menggunakan mesin berteknologi tinggi, serta serangkaian pengujian kualitas yang ketat.

Pengujian ini mencakup lebih dari 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi untuk memenuhi standar keamanan pangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Aqua berkomitmen pada kualitas dan transparansi dengan memberikan penegasan.

"Kami percaya bahwa transparansi dan edukasi publik adalah kunci untuk membangun kepercayaan. Oleh karena itu, kami menyampaikan klarifikasi ini berdasarkan data ilmiah, regulasi, dan fakta lapangan," pungkas perusahaan.

Aqua juga sembari berjanji untuk terus menjaga kemurnian dan kualitas air yang disajikan.***

Editor : Fratama P.
#aqua