Keputusan ini diambil setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin (22/12/2025).
Perubahan status ini mencakup penyesuaian pada Anggaran Dasar perusahaan, termasuk penambahan hak istimewa pada Saham Seri A Dwiwarna milik pemerintah.
Selain itu, terdapat penyesuaian terkait prosedur pengangkatan direksi serta dewan komisaris.
Saat ini, rencana pemisahan (spin-off) BSI dari induknya, Bank Mandiri, tengah dalam tahap pengkajian.
Terdapat potensi bahwa BSI nantinya akan berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas operasional serta mempercepat proses pengambilan keputusan strategis.
Baca Juga: Harga Emas Meroket, Bisnis Emas BSI Melesat 88 Persen
Perkuat Keamanan Digital, Bank BJB Gandeng GoTo Financial
Sementara itu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menjalin kemitraan strategis dengan GoTo Financial melalui Midtrans Digital Identity. Kerja sama ini fokus pada penggunaan solusi verifikasi identitas berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Teknologi dari Midtrans Digital Identity ini akan diintegrasikan untuk memperkuat aspek keamanan finansial nasabah Bank BJB. Melalui sistem ini, proses layanan nasabah dapat dipercepat melalui fitur pemindaian e-KTP secara digital, pengenalan wajah (face recognition), serta berbagai layanan penunjang keamanan lainnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bank BJB dalam mengakselerasi transformasi digital dan memberikan perlindungan lebih bagi transaksi perbankan di era digital.
Editor : Redaksi Lombok Post