LombokPost--Kabar mengejutkan datang dari Teheran. Pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya tokoh senior mereka, Ali Larijani, dalam serangan udara yang disebut sebagai aksi terang-terangan oleh pihak Zionis.
Larijani, yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, dilaporkan gugur bersama putranya dan sejumlah rekannya.
Ia menjadi salah satu pejabat tertinggi Iran yang tewas sejak era kepemimpinan Ali Khamenei.
Kematian Larijani langsung memicu gelombang duka sekaligus kemarahan.
Kelompok Hamas menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Iran, menyebut serangan tersebut sebagai “pemboman keji” terhadap ibu kota negara itu.
Baca Juga: Seruan Keras Ali Larijani: “Dunia Islam Diam Saat Iran Diserang, Kalian Berpihak ke Siapa?”
Figur Kunci yang Tumbang
Selama puluhan tahun, Larijani dikenal sebagai salah satu arsitek utama kebijakan strategis Iran.
Ia berperan besar dalam merumuskan strategi pertahanan, kebijakan nuklir, hingga koordinasi respons terhadap konflik regional.
Posisinya bahkan disebut sebagai “koordinator keamanan de facto” pasca dominasi Ali Khamenei dalam struktur kekuasaan Iran.
Dampak Langsung: Risiko Salah Hitung
Dalam jangka pendek, kematian Larijani diperkirakan mengganggu stabilitas pengambilan keputusan di level tertinggi.
Koordinasi internal dan respons strategis berpotensi mengalami keterlambatan, bahkan membuka celah salah perhitungan di tengah konflik yang memanas.
Namun, kekuatan militer Iran seperti pasukan elit dan sistem pertahanan udara disebut tetap berjalan karena struktur yang terdesentralisasi.
Ancaman Balasan Menguat
Penasihat senior Iran, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa kematian Larijani akan memperkuat tekad negara tersebut.
Ia menyebut Larijani sebagai “tokoh revolusioner dan martir” yang mengikuti jejak para pemimpin sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Velayati juga menuding Amerika Serikat dan “entitas Zionis” sebagai pihak yang melakukan kesalahan besar.
“Iran dan rakyatnya akan mengibarkan panji Islam tinggi dan memberikan tamparan keras terhadap arogansi global,” tegasnya.
Jangka Panjang: Arah Politik Bisa Berubah
Analis menilai, kematian Larijani berpotensi mendorong Iran ke arah yang lebih keras.
Dominasi kelompok garis keras dan militer bisa semakin kuat, sekaligus memperkecil peluang gencatan senjata dalam waktu dekat.
Meski menjadi pukulan besar bagi stabilitas kepemimpinan, para pengamat menilai fondasi pertahanan Iran tidak akan runtuh dalam waktu singkat.
Situasi ini justru dikhawatirkan memperbesar eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.
Editor : Kimda Farida