Kegiatan berlangsung meriah di depan kantor Lurah Cakranegara Barat, Jalan Pejanggik, Kota Mataram. Sejumlah pejabat turut hadir, mulai dari unsur Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kota Mataram, TNI dari Korem 162/WB dan Kodim 1606/Mataram, hingga Kapolresta Mataram dan elemen masyarakat.
Parade ogoh-ogoh tahun ini diikuti 105 peserta. Masing-masing kelompok diiringi sekitar 100 hingga 250 orang, menciptakan iring-iringan budaya yang spektakuler sepanjang Jalan Pejanggik hingga berakhir di kawasan Mayura, Cakranegara.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTB juga menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I diraih STT Banjar Negara Sakah Cakranegara, disusul Juara II STT Banjar Sasana Dharma Laksana Turide, dan Juara III STT Banjar Gajah Mada Pagesangan, Mataram.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, menyampaikan bahwa kehadiran Polri merupakan bentuk dukungan moril kepada umat Hindu dalam merayakan Hari Raya Nyepi.
Menurutnya, parade ogoh-ogoh bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sarat nilai spiritual dan makna kehidupan bagi umat Hindu.
“Parade ogoh-ogoh bukan hanya seremonial, tetapi memiliki nilai budaya dan spiritual tinggi, sekaligus menjadi simbol nyata toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan parade yang berdekatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi bukti kuat terjaganya kerukunan di Nusa Tenggara Barat, khususnya Kota Mataram.
“Ini bukti nyata toleransi beragama di NTB. Dua momentum besar keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan aman dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.
Editor : Marthadi