LombokPost-Rumah toko (Ruko) yang dijadikan sebagai gudang oli di Jalan Koperasi, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan terbakar, Senin (30/3). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.
"Kami sudah turun langsung membantu pemadaman api bersama tim pemadam kebakaran Kota Mataram," kata Kapolsek Ampenan Kompol Ahmad Majmuk.
Pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan awal terhadap peristiwa tersebut. Memeriksa sejumlah saksi. "Penyebab awal kebakaran karena korsleting listrik pada stavol," jelasnya.
Keterangan saksi Wirito sebagai admin gudang menjelaskan dihadapan polisi, sekitar pukul 10.40 Wita saksi mengecek barang di lantai 1 ruko. Tiba-tiba terdengar ledakan yang berasal dari stavol. "Dari situ muncul percikan api," bebernya.
Selanjutnya, saksi berlari ke lantai dua. Memberitahukan kepada teman karyawannya yang lain atas adanya percikan api. "Percikan api itu menyambar stok oli yang ada di lantai 1," bebernya.
Saksi pun lompat bersama empat karyawan lain dari lantai dua ruko tersebut ke truck terbuka untuk menyelamatkan diri.
Saat itu, api sudah membesar. "Saksi pun menghubungi pemadam kebakaran," jelasnya.
Tim dari Polsek Ampenan yang bertugas langsung ke lokasi.
Mengatur lalu lintas agar tim dari pemadam kebakaran dapat dengan leluasa bertugas memadamkan api.
"Total ada delapan unit kendaraan pemadam kebakaran dan 1 unit AWC Ditsabhara Polda NTB yang turun memadamkan api," bebernya.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.45 Wita. Selanjutnya, melakukan penyelidikan awal bersama tim identifikasi. "Kami sudah pasangkan police line untuk proses olah TKP," terangnya.
Kompol Majmuk menerangkan, barang yang terbakar mencapai 2.300 dus berukuran besar dan kecil. Ditambah komputer yang turut terbakar.
"Kerugian akibat dari peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar," ungkapnya.