Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Indra Qadarsih Bongkar Rahasia Royalti Slank: Dibagi Rata, tapi Tak Selalu Damai!

Alfian Yusni • Kamis, 26 Juni 2025 | 15:52 WIB
Indra Qadarsih. (Foto: instagram)
Indra Qadarsih. (Foto: instagram)

LombokPost - Royalti Slank kembali menjadi perbincangan hangat setelah Indra Qadarsih, mantan kibordis legendaris band tersebut, membongkar cerita awal mula sistem royalti Slank saat masih aktif bermusik bersama Bimbim dan kawan-kawan.

Dalam video bertajuk “INDRA QADARSIH CERITA AWAL MULA MASUK SLANK - ALL YOU CAN HEAR”, Indra membeberkan bagaimana royalti Slank dibagi rata sejak awal berdirinya band ini, berkat peran penting Bunda Iffet.

“Waktu itu, Bunda Iffet yang menyarankan agar royalti dibagi rata. Jadi walau siapa pun yang menciptakan lagu, semua anggota dapat sama rata,” ujar Indra.

Sistem royalti Slank awalnya memang adil dan kekeluargaan. Namun seiring berjalannya waktu dan pergantian personel, skema itu sempat berubah.

Royalti musik Slank pernah dihitung berdasarkan jumlah lagu ciptaan masing-masing. Tapi, formula tersebut tak bertahan lama. Demi menjaga kebersamaan, sistem kembali ke pembagian rata seperti semula.

Eks Personel Tetap Dapat Royalti

Tak sedikit yang bertanya, apakah eks personel Slank seperti Pay, Bongky, atau Indra Qadarsih masih menerima royalti?

Jawabannya: ya. Bahkan, menurut wawancara di Suara.com, royalti mereka tetap dibayarkan rutin melalui publisher resmi.

Indra mengakui sempat ada kendala administratif, namun pada akhirnya publisher seperti Aquarius Music memastikan semuanya berjalan lancar.

“Mereka yang ngurus. Kita tinggal tunggu transfer aja,” ucap Indra santai.

 

Royalti Bukan Pendapatan Utama Slank

Meski sistem royalti Slank berjalan stabil, Kaka dan Bimbim tak menganggap royalti sebagai sumber utama penghasilan.

Dalam beberapa wawancara, mereka menegaskan bahwa pemasukan terbesar Slank berasal dari konser dan pertunjukan langsung.

“Kita sih nggak terlalu mikir soal royalti. Yang penting konser jalan, karya jalan,” ungkap Bimbim.

Netral Soal Sistem Kolektif vs Direct License

Dalam polemik industri musik antara direct license dan LMK (Lembaga Manajemen Kolektif), Slank mengambil posisi netral.

Mereka mengaku menyerahkan urusan legalitas kepada lembaga resmi, tanpa ikut polemik antar musisi.

“Yang penting kita taat hukum. Itu aja,” tegas Bimbim, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Peran Bunda Iffet: Penjaga Keadilan

Bunda Iffet menjadi tokoh sentral dalam sistem royalti Slank. Ia dianggap sebagai figur manajemen yang bukan hanya mengatur keuangan, tapi juga menjaga nilai kebersamaan.

Indra menyebut bahwa tanpa Bunda Iffet, sistem "bagi rata" mungkin tidak pernah terjadi. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#royalti #slank #bunda iffet #indra qadarsih