alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Sesak Napas, Belum Pasti Korona, Warga Janapria Dimakamkan Sesuai Protap Covid 19

PRAYA–Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid 19  berinisial S, pria 83 tahun meninggal dunia. Warga Dusun Pendem Kecamatan Janapria, menghembuskan napas terakhir dalam perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Praya Kamis (30/4) petang

Humas Tim Gugus Tugas Covid-19 RSUD Praya, Dr Yudha Permana, menjelaskan almarhum belum pasti terjangkit korona. Hasil Swab belum keluar. Tapi yang bersangkutan ditetapkan sebagai PDP karena hasil rapid test menunjukkan tanda reaktif. Karena itulah almarhum dimakamkan sesuai dengan SOP penanganan pasien Covid-19.

“Betul pasien tuan S dari Pendem Janapria, status di Rumah Sakit PDP, karena ada gangguan pada pernapasan, sesak, lendir kental kemudian ada gangguan pada saraf otak, kemungkinan besar pendarahan,” jelas  Dr Yudha Permana kepada Radar Lombok, Jumat (1/4)

Sebelumnya pihak RSUD berencana melakukan tes swab pada Rabu (29/4) lalu. Hanya saja, karena ada informasi jika reagen di Laboratorium RSU Provinsi NTB kosong, sehingga pihaknya menunda untuk swab tersebut.

 

Sayang sebelum tes swab dilakukan pasien meninggal dunia. Petugas kesehatan melakukan pemakaman sesuai protocol Covid 19 malam itu juga. Petugas membawa jenazah dan memakamkan dengan APD khusus. Sementara keluarga diperkenankan mengikuti prosesi dari kejauhan.

 

Sebelum dilarikan ke RSU Praya almarhum juga memiliki penyakit bawaan yang lain. Pasien datang ke RSUD Praya, dirujuk dari Puskesmas Janapria pada Selasa (28/4)..

“Setelah ada hasil Rapid Test, maka kita transfer ke ruang isolasi khusus pada 29 April. Jadi satu hari di IGD dan satu hari di ruang isolasi khusus, sebelum pasien meninggal,” terangnya. (met/radarlombok/r2)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks