alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Polri Klaim May Day Aman

JAKARTA–Polri mengklaim peringatan hari buruh atau May Day di Indonesia berlangsung tanpa kejadian menonjol kemarin. Padahal, di Bandung terjadi intimidasi terhadap wartawan yang sedang meliput aksi buruh.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, peringatan May Day di Jakarta sangat kondusif. Unjuk rasa yang diadakan di delapan titik berjalan damai. ”Tidak ada kejadian menonjol,” katanya. Menurut dia, peringatan May Day di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung juga lancar.

Bahkan, serikat buruh banyak yang menggelar kegiatan lomba dan giat sosial. Polri mengerahkan personel keamanan bersama dengan jajaran TNI dan satpol PP. Kendati peringatan May Day digelar saat proses penghitungan suara pemilu masih berlangsung, tetap tidak ada gangguan apapun. ”Karena itu, Polri berterima kasih kepada semua pekerja,” ucapnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Bandung. Dua wartawan mengalami kekerasan fisik dan verbal. Mereka adalah Dua wartawan foto Tempo bernama Prima Mulai dan wartawan Freelance Iqbal Kusumadireza. Awalnya, Prima dan Iqbal meliput peringatan buruh di kawasan Gedung Sate. Mereka memantau pergerakan buruh sekitar pukul 11.30. Saat berada di Jalan Singaperbangsa, keduanya melihat keributan antara anggota kepolisian dengan massa yang berbaju hitam. Insting jurnalis mereka pun menyala. Keduanya lantas mengambil gambar peristiwa tersebut.

Setelah itu, mereka pindah lokasi untuk mengabadikan kejadian lain. Namun, tiba-tiba mereka didatangi beberapa anggota polisi.

”Mereka menggunakan sepeda motor Klx berplat nomor D 5001 TBS,” terang Reza. Polisi itu menanyakan identitas keduanya. Meski telah menunjukkan kartu pers, anggota polisi itu tak peduli. Mereka malah mengambil paksa kamera dua wartawan itu.

”Oknum polisi itu menghapus foto-foto kami,” jelasnya. Dalam kejadian itu, Reza mengaku mengalami kekerasan fisik. Sedangkan Prima mendapatkan ancaman.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombespol Irman Sugema mengatakan, kejadian itu diduga dikarenakan keduanya tidak mengenakan kartu pers. ”Karena saat kejadian, kepolisian sedang mengamankan remaja berpakaian hitam, mereka ada juga yang mengambil gambar,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya telah berkomunikasi dengan dua wartawan yang menjadi korban tersebut. Soal tindakan pada anak buahnya yang brutal itu, Irman berjanji memprosesnya sesuai aturan. ”Dilihat dulu apakah ini pelanggaran etika atau pidana,” jelasnya. (idr/oni/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks