alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Indonesia Sudah Masuk Fase Resesi Ekonomi

JAKARTA-Kondisi ekonomi yang tertekan membuat Indonesia tak akan terhindar dari jurang resesi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menuturkan, kini Indonesia telah memasuki fase resesi.

“Kalau resesi, ya tahun ini sudah resesi,” ujarnya melalui video conference di Jakarta, kemarin (1/10).

Febrio menjelaskan, Indonesia sebenarnya sudah resesi sejak awal kuartal I 2020. Sebab pada kuartal I tahun ini, pertumbuhan ekonomi telah mengalami penurunan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tercatat hanya tumbuh 2,97 persen. Capaian itu tentu jauh dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi RI yang biasanya ada di kisaran 5 persen.

Penurunan itu terus berlanjut pada kuartal II 2020 yang realisasinya -5,32 persen. Dengan begitu, Indonesia bisa dikategorikan sudah mengalami resesi.

Meski Badan Pusat Statistik (BPS) belum merilis pertumbuhan ekonomi RI kuartal III 2020, namun Febrio menyebut bahwa resesi sejatinya adalah perlambatan aktivitas ekonomi secara berkepanjangan. Kementerian Keuangan juga sudah mengeluarkan proyeksi angka pertumbuhan ekonomi di kuartal III yaitu di kisaran -2,9 persen sampai -1 persen.

“Tadinya kita lihat di kuartal I sudah turun, kita belum bisa katakan resesi karena belum tahu berapa lama (perlambatannya). Sekarang kita lihat kuartal II melemah, kuartal III melemah. Ternyata kuartal I sudah terjadi perlambatan dan berkelanjutan. Tahun ini sudah jelas resesi,” tutur dia.

Namun, Febrio menyebut kondisi resesi yang dialami Indonesia tidak separah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Dia mencontohkan dengan India yang tercatat -24 persen atau negara-negara lainnya yang mayoritas ekonominya terkontraksi di kisaran -10 persen sampai -15 persen. “Kita mengatakan bahwa ini adalah masalah yang sangat berat. Tetapi kita juga melakukan targeting dan tetap berhati-hati,” katanya.

 

Ekonomi Desa

 

Sementara itu, Ketua Dewan Komisiner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai, peran ekonomi daerah penting untuk menopang percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sinergi badan usaha milik desa (BUMDes) dengan program bank wakaf mikro akan menguatkan ekosistem ekonomi daerah. Khususnya dari sisi akses pembiayaan.

Dia membeberkan program strategis peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, kemarin. Di antaranya, mengungkit potensi ekonomi di daerah, digitalisasi UMKM serta layanan keuangan hulu ke hilir, dan meningkatkan literasi/inklusi keuangan masyarakat.

“Kami menginisiasi pengembangan BUMDes Center   dengan  program  Bank Wakaf Mikro (BWM) yang ada di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Papua,” kata Wimboh. Melalui BWM akan memperluas akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan murah di daerah melalui skema kredit/pembiayaan melawan rentenir.

Go digital perlu seiring kebiasaan transaksi masyarakat yang cashless. Cukup menggunakan smartphone. Dengan begitu, jaringan  pemasaran para pelaku UMKM semakin luas dan terhubung dengan marketplace maupun BUMDes.

Selain itu, pertumbuhan kredit bank pembangunan daerah (BPD) maupun bank perkreditan rakyat (BPR) di daerah lebih agresif daripada bank umum. Sebab, penyebaran Covid-19 di daerah cenderung lebih rendah dibanding ibu kota maupun kota besar lainnya. Makanya, aktivitas perekonomian daerah berjalan lebih baik.

“Ternyata, jumlah Covid-19 di daerah lebih sedikit apalagi dibandingkan DKI Jakarta. Sehingga kami optimis di daerah bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan kota besar,” kata Wimboh.

Di sisi lain, mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menyebut, pemulihan ekonomi nasional harusnya berangkat dari ekonomi daerah. Bahkan dalam skala lebih kecil, desa.

“Solusi pembangunan ekonomi bukan dari top down, Tapi dari bawah ke atas. Top down hanya fasilitas, memberikan instrumen. Tapi yang menggerakkan roda ekonomi dari masyarakat bawah, ekonomi di daerah,” bebernya.

Menurut dia, perekonomian di desa bisa didorong oleh stimulus fiskal pemerintah yang berlimpah kepada desa. Misalnya, alokasi dana desa sebesar Rp 72 triliun tahun ini. “Sebagai catatan, pemerintah mengubah skema penyaluran dana desa menjadi bantuan langsung tunai (BLT) dan proyek padat karya tunai sebagai imbas pandemi,” imbuh Mardiasmo,

Dia mengatakan, saat ini realisasi BLT Dana Desa tahap pertama mencapai Rp15,4 triliun kepada 8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pemerintah bisa memanfaatkan organisasi desa untuk menggerakkan ekonomi. Seperti, karang taruna, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), koperasi desa, dan lain sebagainya.

Seluruh aktor di daerah harus dikembangkan, untuk kemudian go digital. Tokoh masyarakat atau warga desa harus terlibat sebagai penyuluh. “Karena ini yang penting untuk pergerakan roda ekonomi,” ucapnya.

Selain itu, peran BPD dinilai bisa menjadi katalisator untuk perekonomian daerah. Jika skema pembangunan desa sebagai mesin penggerak pemulihan ekonomi nasional bisa dijalankan, maka Mardiasmo yakin pemulihan ekonomi nasional nantinya lebih inklusif. Meski, dia mengakui ekonomi rakyat kecil memang agak lambat. Tapi resilience (tahan lama), kuat, dan mengakar.

“Pertumbuhan berkualitas sekaligus mengurangi kesenjangan, kemiskinan berkurang, pengangguran berkurang, dan kriminalitas juga bisa dikurangi,” terangnya. (dee/han/JPG/r6)

 

 

Indonesia Deflasi

 

Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi sejak awal tahun:

 

JANUARI

0,39 persen

FEBRUARI

0,28 persen

MARET

0,10 persen

APRIL

0,08 persen

MEI

0,07 persen

JUNI

0,18 persen

JULI

-0,10 persen

AGUSTUS

 -0,05 persen

SEPTEMBER

-0,05 persen

 

Sumber: BPS

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks