alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Gegabah New Normal, Waspada Potensi Gelombang Kedua Wabah Korona

JAKARTA-Setidaknya ada 102 daerah yang sudah direstui pemerintah pusat untuk melaksanakan kenormalan baru. Hanya saja belum ada daerah di NTB. Protokol kesehatan pun sudah digaunggkan. Di sisi lain, ada hal yang masih perlu diwaspadai. Yakni peluang adanya gelombang kedua pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa kemarin (2/6) menyatakan bahwa kenormalan baru bukanlah hal yang rumit. Sebab belakangan hal tersebut sudah dilakukan. Misalnya saja soal kebiasaan menggunakan masker, mencuci tangan, dan physical distancing. ”Kebiasaan baru ini adalah sebuah kemestian ketika kita akan beradabtasi dengan kehidupan bersama Covid-19,” ujarnya.

Dia meminta agar setiap orang mematuhi hal ini. Tujuannya adalah agar Indonesia mampu mengendalikan penularan virus ini.

Untuk protokol kesehatan di setiap tempat menurut Suharso memiliki kekhasan sendiri. Penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah, pasar rakyat, dan kantor memiliki standar sendiri. ”Kita masuk restoran tidak seperti dulu, misal harus janjian terlebih dahulu,” katanya mencontohkan.

Pemerintah memang telah merencanakan situasi kenormalan baru. Di sisi lain, pertambahan kasus masih terus terjadi. Total kasus positif penderita virus SARS-CoV-2 berjumlah 27.549 perkemarin. Gugus Tugas Nasional mencatat penambahan kasus baru sebanyak 609 kasus.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa penambahan jumlah ini tidak merupakan gambaran total keseluruhan yang menggambarkan kondisi tanah air kita. Meskipun di beberapa provinsi, kenaikan kasus terjadi.

Di sisi lain masih ada risiko terjadi gelombang kedua. Ketua Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Pratiwi Sudarmono kemarin menyatakan bahwa ada kemungkinan gelombang kedua bisa terjadi sebab ada pergerakan luar biasa saat mudik dan masukknya ABK atau tenaga kerja Indonesia dari luar negeri. Belum lagi diikuti masyarakat yang menurutnya mulai mencoba untuk banyak beraktivitas di luar rumah. ”Saya sangat mengerti masyarakat khawatir gelombang kedua. Namun itu tidak diikuti dengan perilaku yang baik. Takut gelombang kedua namun merasa leluasa pergi kesana kemari,” katanya.

SARS Cov-2 merupakan virus jenis Asam ribonukleat (RNA). Menurut Pratiwi, virus dengan jenis ini selalu melakukan perubahan atau mutasi secara continu. ”Sehingga bisa saja berkembang disatu daerah lebih banyak dari kemarin. Karena tidak ada pembatasan yang jelas, misalnya tidak ada lagi work from home (WFH). Maka akan sendirinya ada kemungkinan tertular itu tingg,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya perlu sikap yang tepat untuk menghadapi potensi penularan. Panduan kesehatan, seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak merupakan panduan penting untuk melindungi diri dari penyakit ini.(JPG/R2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks