alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Jamaah Gagal Berangkat, Sebagian Dana Haji Bakal Dipakai untuk Penguatan Rupiah

JAKARTA–Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menuturkan, pihaknya menyimpan uang USD 600 juta atau Rp 8,86 triliun untuk penyelenggaraan haji 2020. Hingga saat ini, lanjut dia, total dana haji yang dikelola BPKH mencapai Rp 135 triliun. Namun, lantaran keberangkatan haji 2020 batal, Anggito akan mengalihfungsikan dana tersebut untuk membantu Bank Indonesia (BI) dalam penguatan nilai tukar rupiah.

”Sebagian besar diinvestasikan dalam Surat Berharga Negara (SBN) syariah. Termasuk untuk mendukung APBN yang membutuhkan dana guna penanganan Covid-19,” kata Anggito dalam acara virtual Silaturahmi Dewan Gubernur BI dengan stakeholder eksternal.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bentuk kerja sama antar lembaga. Anggito mengaku, BI turut membesarkan BPKH secara kelembagaan. ”Selain itu, BI juga ikut mendesain biaya hidup jamaah umroh dan haji secara non tunai,” kata mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan itu.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyambut baik inisiatif BPKH tersebut. Perry menyebut, pihaknya hanya menjalankan tugas. Mengingat, BI berjanji akan ikut mendorong pengembangan elektronifikasi biaya hidup jemaah haji dan umroh. Perry mengaku sudah membicarakan dengan asosiasi, perbankan, dan perusahaan jasa pembayaran dalam negeri.

”Kami tentu juga berkoordinasi dengan pejabat moneter Arab Saudi. Sehingga ke depan bisa menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard),” ucap pria asal Sukoharjo tersebut.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pihaknya siap mengikuti keputusan pemerintah tersebut. Irfan menegaskan bahwa meski pihaknya sudah bersiap jika pemberangkatan haji tahun ini, namun Garuda Indonesia sendiri belum mengeluarkan dana untuk angkutan khusus tersebut. ”Kami ikut pemerintah saja,” ujar Irfan, saat dihubungi kemarin (2/6).

Pembatalan pemberangkatan ibadah Haji tak dimungkiri Irfan bahwa akan berdampak pada pemasukan maskapai plat merah tersebut. Namun Irfan mengaku sangat mengerti kondisi pandemi saat ini, sehingga pihaknya juga akan melakukan upaya-upaya mencari pemasukan melalui bisnis alternatif. ”Haji itu berkontribusi 10 persen pada pendapatan Garuda di tahun-tahun sebelumnya. Tapi dengan kondisi ini ya kita cari pendapatan lain,” tambahnya.

Bisnis alternatif yang dimaksud Irfan, meliputi cargo udara, charter flight, dan secara bertahap membuka rute-rute internasional. ”Soal pembatalan haji itu sebenarnya kita sudah antisipasi melihat kondisi di Arab Saudi. Ke depannya kita buka rute-rute internasional pelan-pelan,” tegasnya.

Berdasarkan laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2019, pendapatan haji berkontribusi sebesar USD 249,9 juta. Sementara total pendapatan tahun lalu mencapai USD 4,57 miliar. Dengan demikian, kontribusi pendapatan haji pada tahun lalu sekitar 5,47 persen dari total pendapatan. Sementara penerbangan kargo berkontribusi memberikan pendapatan bagi Garuda Indonesia sebesar USD 326,93 juta. Dari penerbangan carter non-haji, Garuda Indonesia memperoleh pendapatan sebesar USD 15,63 juta.

PBNU menyebut bahwa kebijakan tidak mengirim jamaah haji tahun ini memang tidak mudah untuk diambil. Sebab, bagaimanapun penundaan akan membuat 200 ribu lebih jamaah harus mundur jadwalnya. ’’Padahal maunya kita kan semakin mempercepat antrean,’’ terang Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini saat dikonfirmasi kemarin. Penundaan haji justru membuat antrean makin panjang.

BNU mengimbau umat Islam khususnya yang hajinya tahun ini tertunda agar bersabar dan bertawakal. Dia mengingatkan, sebagai umat beragama kita diajarkan untuk berprasangka baik. ’’Mungkin ada rahasia-rahasia, Allah akan meberikan keistimewaan yang jauh lebih baik dengan penundaan ini,’’ tambahnya. Yang terpenting, jamaah sudah melakukan niatnya dengan membayar biaya ibadah haji. Niat itu sudah tercatat sebagai satu kebaikan.

Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, keputusan pemerintah tentang pembatalan haji merupakan langkah yang tepat dan tepat waktu. Secara Syariah Islam tidak melanggar, karena diantara syarat haji selain mampu secara ekonomi, kesehatan, mental, dan agama, juga aman selama perjalanan. “Secara undang-undang juga tidak melanggar,” terang dia kepada Jawa Pos kemarin.

Menurut dia ada tiga  konsekuensi yang harus dicarikan solusi. Yaitu, antrean haji yang semakin panjang, kemudian biaya haji yang sudah dikeluarkan oleh masyarakat dan mungkin dikelola oleh biro haji dan KBIH, dan yang terakhir pertanggungjawaban dana APBN haji.

Masyarakat, khususnya Umat Islam, lanjut Mu’ti, hendaknya tetap tenang dan dapat memahami keputusan pemerintah. Sebab, kondisinya memang darurat. “Semuanya hendaknya berdoa agar Covid-19 dapat segera diatasi,” ungkap tokoh asal Kudus itu. (JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks